Berita

Rio Capella: Tak Ada Perseteruan di Partai Nasdem

RABU, 16 JANUARI 2013 | 11:19 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Ketua Umum DPP Partai Nasdem Patrice Rio Capella menampik terjadi perseteruan di partainya. Penilaian adanya perselisihan itu karena mayarakat mencampuradukkan antara Partai Nasdem dan organisasi kemasyarakatan Nasional Demokrat.

"Yang ribut itu Garda Pemuda Nasional Demokrat, sayapnya ormas, bukan sayap partai. Makanya saya tenang-tenang saja dan tidak ikut campur persoalan itu. Tapi kalau ini terjadi di partai, saya ikut campur dong," ujar Rio kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini (Rabu, 16/1).

Meski begitu, menurutnya, perseteruan yang terjadi di Garda Pemuda hal yang biasa. Karena itu hanya merupakan dinamika di kalangan anak-anak muda.

"Jangankan Garda Pemuda yang berumur setahun, KNPI yang sudah sekian puluh tahun jadi dua. PSSI yang isinya orang-orang tua ngurus olahraga, harus sportif, malah berkelahi dan jadi dua. Apalagi Garda Pemuda, sebuah sayap ormas yang besar. Lihat saja mereka kumpul itu ada 5 ribu orang. Mana ada ormas pemuda yang punya kader sebesar itu," ungkapnya merujuk aksi turun ke jalan 5000 anggota pasukan Barisan Reaksi Cepat (Baret) DPW Garda Pemuda DKI Jakarta pada Senin kemarin di kantor Nasdem.

Dia yakin, dinamika itu tidak akan sampai merusak organisasi Garda Pemuda. Kerena pengurus dan anggota Garda Pemuda adalah kelompok terpelajar.

"Saya pikir nanti akan diselesaikan oleh mekanisme yang mereka punya. Tapi sekali lagi, kekisruhan itu tidak di Partai Nasdem. Sekjen Garda Pemuda (Saiful Haq) itu masih Wakil Sekjen Partai Nasdem. Tidak ada dipecat dia, tidak ada ditegur," ungkapnya.

Tak hanya itu, Rio juga menampik pemecatan Sekjen DPP Garda Pemuda dan pembekuan pengurus DPW Garda Pemuda DKI Jakarta karena tidak mendukung Surya Paloh menjadi Ketua Umum DPP Partai Nasdem.

"Bukan. Walaupun Garda Pemuda itu mendukung atau tidak, Garda Pemuda itu tidak akan mempengaruhi suasana kongres. Karena mereka bukan pemilik suara. Soal dukung-mendukung itu urusan internal mereka," tandasnya.[zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya