Berita

rio capella

Rio Capella Tak Persoalkan Surya Paloh Jadi Ketua Umum Nasdem

RABU, 16 JANUARI 2013 | 10:44 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Kepengurusan DPP Partai Nasdem saat ini sangat minimalis. Karena memang tugasnya hanya meloloskan Nasdem menjadi peserta Pemilihan Umum 2014 mendatang.

"Memang saya memimpin di lapangan sampai lolos partai ini. Tentu ke depan beban partai akan semakin berat. Karena tugasnya bukan hanya meloloskan sebagai peserta Pemilu, tapi bagaimana menjadi pemenang," ujar Ketua Umum DPP Partai Nasdem Patrice Rio Capella kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini (Rabu, 16/1).

Karena itulah, semua sumber daya manusia yang dimiliki partai akan dikerahkan untuk memenangkan partai. Makanya akan ada reposisi dan penambahan personel di DPP Partai Nasdem. Termasuk, pengangkatan Surya Paloh menjadi ketua umum.

"Aspirasi yang berkembang, kita mengusulkan agar Pak Surya dapat memimpin partai ini Karena tahapan saya adalah meloloskan partai ini," imbuhnya.

Rio sendiri tidak mempersoalkan apabila Surya Paloh mengambilalih kursi yang saat ini didudukinya tersebut. Karena harapannya, Partai Nasdem lebih baik lagi ke depan.

"Tapi bukan berarti sekarang tidak baik. Saya tidak punya persoalan. Karena semua berjalan baik. Kita sukses meloloskan partai dan sukses juga untuk menarik nomor urut satu. Meski itu memang di luar logika manusia," ungkapnya.

Surya Paloh akan dikukuhkan menjadi Ketua Umum pada saat kongres tanggal 25-26 Januari mendatang.

"Mudah-mudahan semua berjalan baik. Ini tidak ada motivasi lain kecuali motivasinya bagaimana semua barisan diakomodir, disatukan kembali, diatur dan ditambah barisan ini. Di Nasdem ini tidak ada persoalan kalau tidak dibuat masalah. Jadi kalau kita buat masalah, bermasalahlah dia. Tapi kita nggak bikin ini jadi masalah," ujarnya.

Soal dimana posisinya selanjutnya, Rio belum mau buka mulut.

"Nanti kita bicarakan. Kalau kita bicarakan semua hari ini, ya sudah selesai kongres ini. Kalau kita buka saat ini, bisa Kongres sudah selesai sebelum dibuka resmi," dalihnya. [zul]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya