Berita

Komnas HAM Janji Usut Dugaan Penembakan Oknum TNI terhadap Nelayan di Papua

RABU, 16 JANUARI 2013 | 07:49 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Badan Advokasi Hukum (BAHU) DPP Partai Nasdem kemarin telah melaporkan secara resmi peristiwa penembakan terhadap 7 Nelayan tradisional oleh oknum TNI di Raja Ampat, Papua barat, yang menyebabkan 5 orang termasuk satu orang anak-anak berumur 12 tahun.

Kepada Komnas HAM, BAHU Partai NasDem yang diwakili Herna Sutana, Tomson Situmeang, Anwarsyah Nasution dan Ramdan Alamsyah, membeberkan kronologi peristiwa, disertai bukti-bukti bersama dengan dua orang saksi korban yang selamat dari peristiwa”pembantaian” berdarah tersebut, yakni La Amu (28) dan La Udi (28).

Tim BAHU NasDem diterima langsung oleh Komisioner Komnas HAM, Nurkholis di ruang pengaduan Komnas HAM, Jakarta. Setelah mendengar panjang lebar keterangan dari saksi korban, Nurkholis menyatakan bahwa kuat indikasi terhadap persitiwa ini adalah pelanggaran HAM, karena telah menghilangkan hak hidup seseorang dengan sewenang-wenang. Komnas HAM berjanji akan mengusut peristiwa ini dan akan membentuk tim pencari fakta untuk melihat langsung kejadian di tempat perkara, langkah-langkah yang dilakukan tentunya dengan segera akan menghubungi Pangdam dan Kapolda Papua untuk mendengar langsung keterangan resmi versi TNI maupun kepolisian, dan untuk keamanan saksi korban.

Komnas HAM merekomendasikan agar saksi La Amu dan La Udi segera untuk mengajukan permohonan Perlindungan saksi kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK)

Berdasarkan rekomendasi tersebut, kemarin Tim BAHU NasDem bersama para saksi korban langsung mengajukan permohonan perlindungan saksi di LPSK yang langsung dilakukan di Kantor LPSK di gedung pola proklamasi Jakarta. Aduan permohonan saksi ahli tersebut langsung diterima oleh Komisioner LPSK, Lili Pintauli Siregar, SH. Dan LPSK juga akan mengupayakan menekan pihak terkait untuk memeriksa perkara ini secara transparan dan sesuai dengan koridor hukum yang berlaku, LPSK juga akan berkoordinasi dengan Komnas HAM guna terus memantau kasus ini sampai pada tahap penyelesaiannya.[zul]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Gibran Tanpa Ijazah

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:26

Prabowo dan Presiden FIFA Bakal Saksikan Laga Indonesia Versus Thailand

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:07

GPNN: Listyo Berhasil Ubah Kultur Kerja Polri

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:47

Wantimpres Bukan Sekadar Membenarkan Keputusan Kekuasaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:20

Indonesia Akhiri Asian Games 2026 dengan 5 Emas

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:03

95 Persen Aspirasi Buruh Diklaim Masuk RUU Ketenagakerjaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:45

DPR Yakin Merger BUMN Mampu Dongkrak Dividen

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:19

Putusan Sidang Etik Mantan Kasat Reskrim Jakpus Dipertanyakan Kuasa Hukum

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:56

Densus 88 Sikat 11 Tersangka Terorisme di Enam Provinsi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:35

Ketum PPP Targetkan Satu Fraksi di DPRD Surabaya pada Pemilu 2029

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:23

Selengkapnya