Berita

ilustrasi

Oknum TNI Tembak Brutal Warga di Papua?

SELASA, 15 JANUARI 2013 | 09:47 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Badan Advokasi Hukum (BAHU) DPP Partai NasDem menerima dua nelayan asal Raja Ampat, Papua Barat, yang selamat dari usaha pembunuhan lewat penembakan yang diduga dilakukan oknum TNI.

Menurut penjelasan para korban yang lolos dari maut, penembakan terjadi pada tanggal 20 Desember 2012 di pulau Papan Waigama Kabupaten Raja Ampat terhadap 7 (tujuh orang) yang berada dalam satu perahu nelayan tradisional.

Awalnya ke-7 nelayan ini hendak pulang seusai mencari ikan dari tengah laut. Tiba-tiba mereka kedatangan seorang oknum TNI yang mengatakan dirinya adalah Babinsa setempat. Sang oknum datang bersama 3 warga sipil menghampiri dan melepaskan tembakan.

Oknum TNI kemudian menyuruh loncat ke-7 orang di perahu. Namun karena ke-7 orang tidak bergeming, sang oknum berkali-kali mengeluarkan tembakan, yang diakhiri oknum TNI itu menembak mati seorang anak kecil yang berumur 11 tahun yang merupakan anak pemilik kapal.

Lalu berturut-turut sisa awak di perahu dibawa kedaratan di satu pulau, dan disuruh berjejer jongkok, disitulah sang oknum kembali menembak, dan karena ditembak dalam jarak dekat, maka tembakan tembus melukai dan membunuh 2 orang sekaligus. Tiga nelayan sisa termasuk nahkoda mulanya juga akan dihabisi, namun karena kehabisan magasin, sang oknum sempat menyuruh sipil yang bersamanya pergi untuk mengambil magasin.

"Di saat diambil magasin, kembali sang oknum menembak mati sang nahkoda. Dua orang sisa berhasil melarikan diri. Kendati tertembak di tangan, satu orang tembus. Ketika dalam pelarian, saksi korban sempat melihat perahu dibawa ketengah laut dan ditenggelamkan bersama sang anak yang masih di perahu," jelas Effendi Syahputra, Ketua Badan Advokasi Hukum (BAHU) DPP Partai NasDem, dalam keterangan pers yang diterima pagi ini.

Dia menjelaskan, oknum TNI tersebut berbuat demikian, karena menuduh nelayan membawa bom ikan. Padahal, apa yang dituduhkan itu tidak betul. "Cuma, apapun namanya, masak dibantai," kesalnya.

Menurutnya, apa yang dialami oleh para korban ini merupakan pelanggaran HAM berat dimana oknum TNI secara memba bibuta menembaki dan membunuh warga Negara Indonesia. Karena itulah, BAHU Partai NasDem merasa terpanggil untuk melindungi hak hidup warga Negara yang yang telah terzalimi oleh Oknum Aparat TNI.

"Untuk itu kami minta kepada pihak-pihak terkait baik itu Kepolisian, POM TNI, Pemerintah Daerah Kabupaten Raja Ampat, untuk dapat bersama-sama menyelidiki serta menuntaskan permasalahan pelanggaran HAM berat ini, sampai tuntas dan hukum di tegakkan. Dan kami mohon kepada masyarakat untuk terus bersama kami mengawal proses hukum dari permasalahan ini," tandasnya.

Pagi ini pukul 10.00 WIB, BAHU Partai Nasdem akan mendatangi Komnas HAM bersama dua saksi yang hampir jadi korban tersebut. [zul]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya