Berita

Pramono Edhie Wibowo

KH Said Aqil Siroj Dukung Jenderal Pramono Edhie?

SELASA, 15 JANUARI 2013 | 09:26 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj diduga tengah mempromosikan KSAD Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo sebagai calon presiden pada Pemilihan Presiden 2014 mendatang.

Karena sebelumnya, Kiai Said menyatakan presiden mendatang sebaiknya dari berlatar belakang militer atau kalaupun dari sipil harus berjiwa tentara. Mengingat tantangan Indonesia sangat kompleks karena itu butuh pemimpin yang tegas.

"Barangkali (arah pernyataannya) ke anaknyalah, Pramono Edhie Wibowo," jelas Direktur Eksekutif Politik Soekarno Hatta (IEPSH) Hatta Taliwang kepada Rakyat Merdeka Online kemarin, Senin, (14/1).

Apalagi, masih kata Hatta, SBY juga punya kepentingan untuk mendorong keluarganya maju pada 2014 mendatang.

"SBY ini punya problem politik yang berat. Untuk turun soft landing itu tidak mudah. Karena beban masalah Century, IT KPU, dan masalah Pemilu sendiri. Banyak orang pegang data tentang ketidakberesan (Pemilu 2009), termasuk kasus Antasari. Jadi beban berat menghantui SBY. Makanya dia butuh penguasa baru nanti, yang bisa mengamankannya. Kalau gitu, cuma keluarga yang ada," ujar Hatta.

Pilihannya, sambung Hatta, selain iparnya Jenderal Pramono Edhie, atau SBY mendorong istrinya Ani Yudhoyono untuk maju sebagai capres. "Bisa juga istrinya. Kalau dalam keadaan terpejit, pilihannya sulit," ungkap bekas politisi PAN yang pernah duduk di DPR RI ini.

Sebelumnya, Hatta Taliwang menganalisasi Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj sampai menyatakan presiden mendatang harus militer karena punya kepentingan bersama dengan keluarga almarhum Sarwo Edhi Prabowo secara khusus dan TNI secara umum dalam soal isu PKI.

Hal ini terkait hasil penyelidikan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia yang dirilis Juli 2012 lalu terkait kasus pembantaian massa Partai Komunis Indonesia. Komnas HAM menyatakan pembunuhan massal pada 1965-1966 itu merupakan pelanggaran HAM berat.

"Kan itu akan nyerempet keluarga (Letnan Jenderal) Sarwo Edhie Wibowo dan NU. Jangan-jangan isu ini jadi pengentalan hubungan antara NU dengan keluarga Sarwo. Sehingga terjadi penyatuan. Analisa saya seperti itu. Bisa betul, bisa salah," kata Hatta.

Sarwo Edhie Wibowo merupakan Komandan Resimen Pasukan Komando Angkatan Darat (RPKAD) dinilai punya peran besar dalam penumpasan PKI. Sementara NU disebut-sebut juga terlibat dalam pembantaian massa PKI tersebut di berbagai daerah. [zul]


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Gibran Tanpa Ijazah

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:26

Prabowo dan Presiden FIFA Bakal Saksikan Laga Indonesia Versus Thailand

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:07

GPNN: Listyo Berhasil Ubah Kultur Kerja Polri

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:47

Wantimpres Bukan Sekadar Membenarkan Keputusan Kekuasaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:20

Indonesia Akhiri Asian Games 2026 dengan 5 Emas

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:03

95 Persen Aspirasi Buruh Diklaim Masuk RUU Ketenagakerjaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:45

DPR Yakin Merger BUMN Mampu Dongkrak Dividen

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:19

Putusan Sidang Etik Mantan Kasat Reskrim Jakpus Dipertanyakan Kuasa Hukum

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:56

Densus 88 Sikat 11 Tersangka Terorisme di Enam Provinsi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:35

Ketum PPP Targetkan Satu Fraksi di DPRD Surabaya pada Pemilu 2029

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:23

Selengkapnya