Berita

Mustofa Nahrawardaya

Bima Arya Buka Pintu Lebar-lebar, Kader PAN Bisa-bisa Kabur

SELASA, 15 JANUARI 2013 | 07:53 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Acara Natal Nasional yang digelar PAN di Jayapura Minggu (13/1) kemarin akan menegaskan kembali bahwa partai berlambang matahari biru itu ingin menjadi partai terbuka.

Apalagi, Ketua DPP PAN Bima Arya di acara tersebut menegaskan, sejak dideklarasikan, PAN tidak pernah mengidentikkan dengan kelompok tertentu atau mengartikan diri sebagai partai Islam atau partai berbasis massa Islam.

"Itu strategi PAN untuk mendulang suara di luar kandang. Partai harus kreatif. Kalau nggak, dilibas partai lain yang lebih cerdas," ujar kader muda Muhammadiyah, Mustofa Nahrawardaya kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini.

Jika pun benar-benar akan menjadi terbuka, PAN harus lebih baik dari sebelumnya. Karena bagaimanapun, munculnya Nasdem, menimbulkan 'alternatif baru' yang tentu berbeda dengan partai yang sudah terekam jejaknya. Namun, dia mengingatkan, PAN tidak mungkin dengan mudah mengubah style atau mengubah "image" karena sejarah yang mencatat.

"Jika PAN memaksakan diri dengan waktu yang sedemikian pendek, akan didapati mudharat yang lebih besar daripada manfaatnya. Istilahnya, burung di dalam sangkar kabur, hanya karena ingin mengundang burung lain masuk," katanya bertamsil.

Kenapa bisa kabur burung yang dalam kandang? Apakah warga Muhammadiyah atau umat Islam yang ada di PAN justru tidak suka dengan penegasan PAN sebagai partai terbuka di acara Natal lagi?

"Ketika juru mudi berganti, apapun bisa terjadi. Tetapi membuka pintu kandang terlalu lebar, akan membahayakan isi di dalamnya. Bagi pendatang baru di PAN, saya kira akan menyambut baik ide itu. Tetapi bagi yang mau mempelajari sejarah, saya kira tidak akan berani ambil resiko. Tahu penyebabnya? Partai terbuka itu sudah berlebih. Untuk apa PAN coba-coba," jawabnya.

Saat ditegaskan apakah dia pendatang baru di PAN, atau akan menjadi caleg dari PAN, Mustofa justru tertawa.

"Hahahaha. Saya belum menentukan pilihan. Ada beberapa partai yang nawarin (caleg)," ungkapnya.

Tapi apakah Anda kader PAN?

"Oh tidak. Saya Tenaga Ahli (di fraksi PAN) yang dibayar negara. (Saya) Belum pernah ikuti pengkaderan (di PAN)," jawabnya. [zul]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Gibran Tanpa Ijazah

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:26

Prabowo dan Presiden FIFA Bakal Saksikan Laga Indonesia Versus Thailand

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:07

GPNN: Listyo Berhasil Ubah Kultur Kerja Polri

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:47

Wantimpres Bukan Sekadar Membenarkan Keputusan Kekuasaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:20

Indonesia Akhiri Asian Games 2026 dengan 5 Emas

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:03

95 Persen Aspirasi Buruh Diklaim Masuk RUU Ketenagakerjaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:45

DPR Yakin Merger BUMN Mampu Dongkrak Dividen

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:19

Putusan Sidang Etik Mantan Kasat Reskrim Jakpus Dipertanyakan Kuasa Hukum

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:56

Densus 88 Sikat 11 Tersangka Terorisme di Enam Provinsi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:35

Ketum PPP Targetkan Satu Fraksi di DPRD Surabaya pada Pemilu 2029

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:23

Selengkapnya