Berita

ITIK/IST

Kesehatan

Pakar Kesehatan: Vaksin Lama Juga Efektif Cegah Wabah Flu Burung

SENIN, 14 JANUARI 2013 | 11:11 WIB

Vaksi AI "cock-tail" (polivalen) yang lama terbukti bisa mencegah penyebaran virus flu burung H5N1 yang kini menyerang itik.

Begitu dikatakan pakar kesehatan hewan Institut Pertanian Bogor Prof I Wayan Teguh Wibawan saat ditemui dalam sosialisasi i flu burung kepada pelajar SMA di Fakultas Pertanian, IPB Dramaga, Senin (14/1).

"Tidak perlu menunggu vaksi baru, peternak bisa melakukan vaksinasi dengan vaksin lama yang teruji cukup efektif bisa mencegah penyebaran virus clade baru ini," katanya.


Wayan Teguh Wibawan mengaku mendapat informasi dari Dirjen Kesehatan Hewan, bahwa hasil uji laboratorium vaksi lama cukup efektif mencegah penyebaran flu burung pada itik. Pihaknya dipanggil untuk segera melakukan rapat koordinasi guna menindaklanjuti temuan vaksin lama yang cukup efektif mencegah flu burung.

Dengan demikian, untuk mencegah menyebarnya kematian itik di wilayah harus segera dilakukan vaksinasi dengan menggunakan vaksin lama tanpa menunggu vaksi baru diproduksi. Meski vaksin lama efektif mampu menceah flu burung, produksi vaksin baru tetap dilakukan, yang rencananya Februari 2013 sudah bisa diproduksi.

"Surat edaran untuk melakukan vaksinasi dengan vaksin lama ini telah disebarkan ke daerah-daerah. Kita harapkan semua daerah segera melaksanakannya," katanya.

Menurut Wayan Teguh Wibawan, dalam melakukan vaksinasi tersebut cakupannya harus 70 persen, artinya jika dalam satu kawasan ada 100 itik maka yang divaksin harus 70 ekor.

Wayan Teguh Wibawan mengatakan, vaksin lama sudah cukup efektif untuk mencegah virus H5N1 dengan clade 2.3.2. Ia menyebutkan, pada awal virus H5N1 berkembang di Indonesia, tidak dilakukan vaksinasi kepada itik karena tergolong hewan yang lebih kebal dari ayam.

Penyebaran virus clade baru ini diduga dari transportasi hewan yang tidak bisa dicegah, sehingga menyerang itik yang tidak mendapat vaksinasi. [ant/wid]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Gubernur BI pun Ikut Mundur, Ada Apa Ini Guru?

Selasa, 28 Juli 2026 | 06:15

Rumah Bedeng di Lebak Bulus Kebakaran

Selasa, 28 Juli 2026 | 06:00

Timnas Garuda Hadapi Timor Leste pada 31 Juli

Selasa, 28 Juli 2026 | 05:30

Revolusi, Romansa, dan Runtuhnya Komisariat SMID IISIP

Selasa, 28 Juli 2026 | 05:21

Presiden Harus Tindak Tegas Londo Ireng yang Merugikan Kepentingan Bangsa

Selasa, 28 Juli 2026 | 05:19

Orang Tak Percaya Perry Warjiyo Mundur karena Alasan Pribadi

Selasa, 28 Juli 2026 | 04:33

83 Penonton Jadi Korban Tribun GOR Satria Banyumas Roboh

Selasa, 28 Juli 2026 | 04:18

Ahok Ungkap Awal Pecah Kongsi dengan Jokowi

Selasa, 28 Juli 2026 | 04:00

Nama Bupati KBB Jeje Ritchie Dicatut untuk Jual Jabatan

Selasa, 28 Juli 2026 | 03:35

Hantu itu Masih Gentayangan

Selasa, 28 Juli 2026 | 03:18

Selengkapnya