Berita

Perbaiki Sistem Drainase di Sekitar Tol!

SENIN, 14 JANUARI 2013 | 10:11 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Cuaca ekstrim menyebabkan gelombang tinggi sehingga dermaga tidak dapat beroperasi dan kapal yang beroperasi menjadi berkurang. Akibatnya kendaraan yang terangkut menjadi sedikit sehingga terjadi antrean panjang di beberapa pelabuhan penyeberangan Merak-Bakauheni.

"Hal ini diperparah lagi dengan terendamnya ruas tol Merak akibat dari hujan yang terus menerus," jelas anggota Komisi V DPR Saleh Husin menanggapi banjir yang melanda jalan Tol Merak-Jakarta. Meski, kondisi jalan Tol Jakarta-Merak di Km 57 sampai 59 Ciujung sudah kembali bisa dilalui Jumat (11/1) setelah ditutup sejak Rabu (9/1) dini hari akibat terjangan banjir.

Karena itu, sistem drainase di sekitar tol harus segera ditingkatkan/diperbaiki terutama di sekitar tempat genangan. Kalau ini tidak ditata dengan baik, genangan air yang melanda jalan tol akan terus terjadi jika curah hujan tinggi.

"Untuk itu kami meminta kementerian PU bersama penyelenggara ruas tol tersebut segera melakukan langkah-langkah nyata dalam mengatasi hal tersebut," ungkap Saleh.

"Hal ini jangan dianggap sepele karena ini sangat merugikan distribusi barang dari dan menuju ke sumatera dan berakibat pada cost yang tinggi dan ahirnya konsumen yang akan menanggung bebannya," tandasnya. [zul]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya