Berita

ilustrasi, kekerasan terhadap anak

Terapkan KLA dan GKB agar Kasus RI Tak Terulang

MINGGU, 13 JANUARI 2013 | 08:55 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Kasus meninggalnya bocah 11 tahun berinisial RI menyita perhatian publik. Bocah yang meninggal 6 Januari lalu di ruang ICU Rumah Sakit Persahabatan itu diduga mengalami tindak kekerasan seksual yang mengakibatkan dirinya koma hingga menghembuskan nafas terakhirnya.

Ketua DPP PKS Bidang Perempuan Anis Byarwati turut prihatin dengan kejadian memilukan yang menimpa anak kelas V SDN Petang Pulo Gebang, Jakarta Timur itu. Anis pun meminta pihak kepolisian segera mengungkap kasus tersebut hingga terang benderang.

"Segera temukan pelakunya, ganjar dengan hukuman seberat-beratnya. Tak peduli saudara korban atau bukan, hukuman yang diberikan harus bisa memberikan efek jera," tegas Anis, Minggu (13/1) di Kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Pasar Minggu Jakarta Selatan.

Menurut Anis, terjadinya kasus tersebut merupakan salah satu indikasi rapuhnya tatanan sosial serta adanya ketidakharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat. Peristiwa memilukan itu, lanjut Anis, juga menjadi petanda mulai pupusnya nilai-nilai agama, akhlak dan budi pekerti yang luhur di tengah-tengah masyarakat Indonesia.

"Karena itu kami mendorong percepatan penerapan program Kota Layak Anak di seluruh kota/kabupaten sebagai upaya perlindungan anak. Jangan sampai kasus serupa terjadi lagi," papar Anis.

Menurut Anis, dengan terwujudnya Kota Layak Anak (KLA), hak-hak anak untuk dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi, secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan lebih terjamin. Apalagi jika program tersebut bisa dilaksanakan hingga tingkat Rukun Tetangga, anak akan lebih terlindungi dari tindakan kekerasan dan diskriminasi.

"Karena itu program ini harus mendapat dukungan dari masyarakat dan juga pemerintah," ucap Anis.

Selain itu Anis menjelaskan bahwa PKS juga punya program Gerakan Keluarga Berkualitas (GKB). Melalui program itu PKS ingin menguatkan fungsi-fungsi keluarga sebagai pilar yang menguatkan tatanan sosial. Menjadikan keluarga sebagai basis pembentukan generasi yang berpegang pada nilai-nilai luhur agama, budaya dan bangsa.

"Fokus program ini adalah menjadikan keluarga sebagai pusat tumbuh kembang anak yang produktif dan kondusif," kata ibu 8 anak ini.

Anis menerangkan bahwa program Gerakan Keluarga Berkualitas saat ini sudah berjalan di hampir seluruh kota/kabupaten di setiap provinsi di Indonesia. Targetnya program tersebut bisa segera diterapkan hingga tingkat kecamatan bahkan tingkat RT/RW. [zul]


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Gibran Tanpa Ijazah

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:26

Prabowo dan Presiden FIFA Bakal Saksikan Laga Indonesia Versus Thailand

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:07

GPNN: Listyo Berhasil Ubah Kultur Kerja Polri

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:47

Wantimpres Bukan Sekadar Membenarkan Keputusan Kekuasaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:20

Indonesia Akhiri Asian Games 2026 dengan 5 Emas

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:03

95 Persen Aspirasi Buruh Diklaim Masuk RUU Ketenagakerjaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:45

DPR Yakin Merger BUMN Mampu Dongkrak Dividen

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:19

Putusan Sidang Etik Mantan Kasat Reskrim Jakpus Dipertanyakan Kuasa Hukum

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:56

Densus 88 Sikat 11 Tersangka Terorisme di Enam Provinsi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:35

Ketum PPP Targetkan Satu Fraksi di DPRD Surabaya pada Pemilu 2029

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:23

Selengkapnya