as hikam
as hikam
Alih-alih parpol-parpol tersebut memberikan nuansa dan harapan baru bagi rakyat setelah satu dasawarsa reformasi berjalan, yang terjadi justru sebaliknya.
Demikian disampaikan akademisi dari President University, Muhammad AS Hikam, Sabtu (12/1) menanggapi pemecatan beberapa pengurus GNPD yang ditengarai karena tidak mendukung Surya Paloh menjadi Ketua Umum DPP Partai Nasdem.
Parpol-parpol lama, masih kata Hikam, mengukuhkan diri menjadi perusahaan dan yayasan keluarga yang sarat dengan politisi sontoloyo dan pemeras (poliyo dan polimer) di DPR/D. Sedangkan parpol baru ternyata sama atau lebih buruk.
"Nasdem adalah contoh paling konkret. Kendati berhasil menjadi peserta Pemilu 2014, konflik elite marak karena petingginya berantem. Main pecat pun terjadi. Nasdem masih berkutat dengan paradigma lama yakni menjadikan para bos, bukan aturan main atau konstitusi partai, sebagai anutan utama," jelasnya.
"Kalau parpol-parpol 'jadul' masih berkuasa, patrimonialisme di negeri pun makin menguat. Sebuah renjana besar bagi reformasi dan demokrasi," ujar mantan politikus PKB yang pernah menjabat Menristek pada masa pemerintahan Abdurrahman Wahid ini. [zul]
Populer
Minggu, 05 April 2026 | 09:04
Sabtu, 04 April 2026 | 02:17
Rabu, 01 April 2026 | 18:05
Sabtu, 04 April 2026 | 02:23
Selasa, 07 April 2026 | 05:19
Senin, 06 April 2026 | 05:31
Selasa, 07 April 2026 | 12:34
UPDATE
Sabtu, 11 April 2026 | 08:20
Sabtu, 11 April 2026 | 08:10
Sabtu, 11 April 2026 | 08:02
Sabtu, 11 April 2026 | 07:47
Sabtu, 11 April 2026 | 07:27
Sabtu, 11 April 2026 | 07:18
Sabtu, 11 April 2026 | 07:04
Sabtu, 11 April 2026 | 06:46
Sabtu, 11 April 2026 | 06:20
Sabtu, 11 April 2026 | 05:59