Berita

as hikam

AS Hikam: Aksi Pemecatan Pengurus Bukti Nasdem Partai Jadul

SABTU, 12 JANUARI 2013 | 15:10 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Kegaduhan yang terjadi di internal DPP Garda Pemuda Nasional Demokrat adalah indikator bahwa landasan paradigma parpol baru pasca reformasi sejatinya masih "jadul" alias orde baru, yaitu patrimonialisme.

Alih-alih parpol-parpol tersebut memberikan nuansa dan harapan baru bagi rakyat setelah satu dasawarsa reformasi berjalan, yang terjadi justru sebaliknya.

Demikian disampaikan akademisi dari President University, Muhammad AS Hikam, Sabtu (12/1) menanggapi pemecatan beberapa pengurus GNPD yang ditengarai karena tidak mendukung Surya Paloh menjadi Ketua Umum DPP Partai Nasdem.

Parpol-parpol lama, masih kata Hikam, mengukuhkan diri menjadi perusahaan dan yayasan keluarga yang sarat dengan politisi sontoloyo dan pemeras (poliyo dan polimer) di DPR/D. Sedangkan parpol baru ternyata sama atau lebih buruk.

"Nasdem adalah contoh paling konkret. Kendati berhasil menjadi peserta Pemilu 2014, konflik elite marak karena petingginya berantem. Main pecat pun terjadi. Nasdem masih berkutat dengan paradigma lama yakni menjadikan para bos, bukan aturan main atau konstitusi partai, sebagai anutan utama," jelasnya.

"Kalau parpol-parpol 'jadul' masih berkuasa, patrimonialisme di negeri pun makin menguat. Sebuah renjana besar bagi reformasi dan demokrasi," ujar mantan politikus PKB yang pernah menjabat Menristek pada masa pemerintahan Abdurrahman Wahid ini. [zul]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya