Berita

Seperti RI, Kekerasan Seksual Banyak Dialami Anak Pemulung dan Jalanan

SABTU, 12 JANUARI 2013 | 07:14 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Dugaan kekerasan seksual yang menimpa RI, bocah 11 tahun yang akhirnya meninggal dunia, harus menjadi pelajaran untuk Kementerian Sosial dan Pemerintah Daerah. Karena peristiwa yang dialami oleh RI rentan dialami oleh bocah seusianya yang sehari-hari sebagai pemulung atau anak jalanan.

"Terkuaknya tabir yang selama ini tentang kematian RI bahwa ditemukan penyakit menular seksual (PMS) jenis GO yang ditularkan melalui hubungan seksual dan kelamin serta duburnya mengalami kerusakan parah akibat benda tumpul," ujar Ketua Satuan Tugas Perlindungan Anak M. Ihsan Sabtu (12/1).

Menurut Ihsan, situasi ini sering dialami oleh anak jalanan, anak pemulung, pekerja anak atau anak-anak yang berada di lingkungan beresiko tinggi. RI, yang merupakan putri bungsu dari enam bersaudara pasangan suami-istri A (50) dan L (54), tinggal di lapak pemulung di Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur bersama ayah dan ibunya.

"Satgas PA menemukan banyak kasus anak jalanan melakukan hubungan seksual dengan teman sesama anak jalanan, orang dewasa karena adanya tekanan dan pemaksaan," imbuh Ihsan.

Agar kasus RI tidak terulang, Kementerian Sosial dan Pemerintah Daerah harus segera duduk bersama mencari solusi yang tepat untuk segera mengeluarkan anak-anak dari jalanan dan memberikan perhatian khusus pada anak-anak yang tinggal dilingkungan yang beresiko tinggi.

"Dibutuhkan komitmen dan kebijakan serta implementasi sesegera mungkin untuk menyelamatkan anak dari kejahatan seksual," ungkapnya.

Karena kasus yang menimpa RI ini memilukan hati dan perasaan kita semua. Sesungguhnya banyak RI lain yang tidak termonitor, sehingga mereka menjadi korban berkali-kali karena tidak ada sistem yang dapat menjamin perlindungan mereka. "Jalanan bukan tempat untuk anak Indonesia," tandas Ihsan. [zul]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Gibran Tanpa Ijazah

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:26

Prabowo dan Presiden FIFA Bakal Saksikan Laga Indonesia Versus Thailand

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:07

GPNN: Listyo Berhasil Ubah Kultur Kerja Polri

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:47

Wantimpres Bukan Sekadar Membenarkan Keputusan Kekuasaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:20

Indonesia Akhiri Asian Games 2026 dengan 5 Emas

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:03

95 Persen Aspirasi Buruh Diklaim Masuk RUU Ketenagakerjaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:45

DPR Yakin Merger BUMN Mampu Dongkrak Dividen

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:19

Putusan Sidang Etik Mantan Kasat Reskrim Jakpus Dipertanyakan Kuasa Hukum

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:56

Densus 88 Sikat 11 Tersangka Terorisme di Enam Provinsi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:35

Ketum PPP Targetkan Satu Fraksi di DPRD Surabaya pada Pemilu 2029

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:23

Selengkapnya