Berita

eko patrio

Eko Patrio: Bukan Saatnya Lagi Roy Suryo Belajar!

JUMAT, 11 JANUARI 2013 | 17:27 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Anggota Komisi Olahraga DPR Eko Hendro Purnomo atau Eko Patrio mengucapkan selamat kepada Roy Suryo yang dipercaya Presiden SBY menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga menggantikan Andi Mallarangeng, yang mundur karena tersangkut korupsi Hambalang.

Dia berharap, Presiden SBY segera melantik Roy Suryo supaya bisa segera bekerja. Mengingat, masa jabatan hanya kurang dua tahun lagi.

"Bukan saatnya lagi Roy Suryo belajar. Dia sudah harus cekatan, dia harus berlari mengejar ketertinggalan dan mengatasi permasalah-permasalahan yang ada di Kemenpora," ungkap Eko kepada Rakyat Merdeka Online (Jumat, 11/1).

Menurut Eko setidaknya ada empat persoalan yang harus dihadapi Roy Suryo. Pertama, mengatasi keterpurukan olahraga. Kedua, mencari solusi atas dualisme kepengurusan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) dan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI).

"Roy Surya tidak boleh ragu mengambil keputusan. Dia harus cepat, tegas dan trengginas mengambil sikap," ungkapnya.

Ketiga, masih kata Eko, Roy Surya harus segera menjawab keragu-raguan publik atas kapabilitasnya menjadi Menpora. Mengingat, Roy Suryo dikenal selama ini ahli IT bukan tokoh pemuda ataupun olahraga.

"Dia harus menjawab tantangan ini dengan membuat terobosan mengatasi persoalan," jelasnya.

Terakhir, politikus PAN ini mengingatkan Roy Suryo untuk berhati-hati dalam menangani anggaran Kemenpora sebesar Rp 1,9 triliun. Agar kasus yang menimpa Andi Mallarangeng tidak kembali terjadi.

"Dia harus hati-hati dan cepat dalam menanganinya. Kalau hanya hati-hati, nanti penyerapan (anggaran) tidak jalan. Kalau jalan terus, tapi tidak hati-hati, nanti bisa kejeblos," katanya mengingatkan. [zul]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya