Berita

ruhut sitompul

Ruhut Sitompul: Nggak Eloklah Kita Minta Hukuman untuk Angie Lebih Tinggi

JUMAT, 11 JANUARI 2013 | 10:42 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Demokrat Ruhut Sitompul meminta semua pihak tidak lekas menyalahkan majelis hakim atas vonis 4,5 tahun penjara yang dijatuhkan kepada Angelina Sondakh dalam kasus korupsi proyek di Kemendiknas dan Kemenpora.

"Aku mohon kepada kita semua jangan kita menyalahkan KPK, nyalahkan hakim dulu. Karena ini kan belum final masih ada banding, masih ada kasasi. Jadi kita hidup ini kita harus sabar," kata Ruhut kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini (Jumat, 11/1).

Meski begitu, Ruhut tak menampik kekecewaan sebagian kalangan atas vonis yang diterima Angie. Karena sebelumnya mantan Putri Indonesia itu dituntut 12 taun penjara. "Tuntutan jaksa kan 12 tahun. Memang kebiasaannya hukumannya minimal 50 persen. Tapi ini kan tahunya 4 tahun 6 bukan," ungkapnya.

Apalagi, masih kata Ruhut, para terpidana dalam kasus yang sama vonisnya tak jauh dari vonis Angie. Nazaruddin dihukum 4 tahun 10 bulan. Semenara Rosa Manullang 2,5 tahun penjara.

"Jadi nggak elok lah kalau kita harapkan (vonis) dia lebih tinggi atau mendekati tuntan jaksa. Nggak jugalah. Kita harus jernih melihatnya. Kalau kita bicara secara jernih, aku nggak pernah melihat hukuman itu. Karena bagi aku, satu jam pun kalau sudah dinyatakan bersalah, sudah terpidana," tandas Ruhut. [zul]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya