Berita

ilustrasi

Nusantara

Jokowi: Enam Ruas Tol Itu untuk Apa?

SABTU, 24 NOVEMBER 2012 | 21:48 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo belum menentukan sikap apakah akan mengeluarkan izin atau tidak terhadap pembangunan enam ruas jalan tol dalam kota Jakarta.

Enam ruas tol yang akan dibangun tersebut adalah Kampung Melayu-Kemayoran (9,6 km), Semanan-Sunter lewat Rawabuaya Duri Pulo (22,8 km), Kampung Melayu-Duripulo lewat Tomang (11,4 km), Sunter-Pulogebang lewat Kelapa Gading (10,8 km), Ulujami-Tanah Abang (8,3 km), dan Pasar Minggu-Casablanca (9,5 km).

"Saya belum bisa jawab," ujar Jokowi dalam wawancara yang disiarkan langsung TV One, Sabtu malam (24/11).


Alasannya, ungkap Jokowi, dirinya belum menerima pemaparan lengkap soal manfaat atau dampak buruk dari enam ruas jalan tol yang  menelan biaya Rp 42 triliun itu.

"Apa fungsinya, apa gunanya, apakah untuk bus atau pribadi, saya belum tahu. Jadi saya bukan menolak," tegas mantan Walikota Solo itu.

"Saya ingin mendahulukan mana yang menjadi prioritas. Kita bikin MRT, monerel, perbaiki busway," tambah Jokowi.

Dalam beberapa kesempatan Jokowi mengatakan, pembangunan enam ruas tol itu tidak akan mengurangi kemacetan. Ada juga yang menilai keberadaaan enam tol itu malah memicu orang dari daerah sekitar Jakarta untuk masuk ke dalam kota dan otomatis menambah kemacetan. [ald]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya