Berita

ist

Politik

Siapa yang Pertama Dikirim ke Guntur?

SABTU, 24 NOVEMBER 2012 | 16:57 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Rumah Tahanan Militer (RTM) Guntur milik Pomdam Jaya sudah sah dipinjamkan ke KPK. Nota kesepahaman pinjam pakai tanah dan bangunan milik TNI itu mengizinkan KPK untuk kapan saja menitipkan tahanan.

Nah, jurubicara KPK memberi sinyal akan ada penahanan tersangka korupsi dalam waktu dekat, yang sekaligus bakal menjadi tahanan perdana KPK di Rutan yang berdiri di Jalan Sultan Agung No 33, Manggarai, Guntur, Jakarta Selatan itu.

"Ada (penahanan), tapi kapan belum tahu," ujar Johan Budi, Sabtu (24/11).


Johan tidak membuka lebih jauh siapa calon tersangka yang dimaksudnya bakal menempati Rutan yang dikenal angker itu. Apakah mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia Budi Mulya (BM) dalam kasus Bank Century? Atau, Irjen Djoko Susilo dalam kasus proyek simulator di Korlantas Polri?

Sementara, belum ada recaana pemindahan tahanan yang ada di rutan KPK seperti politisi Golkar Zulkarnaen Djabar, politisi Demokrat Siti Hartati Murdaya, atau istri Muhammad Nazaruddin, Neneng Sri Wahyuni.

"Yang pasti kalau di sini penuh, pindahin ke sana (Guntur)," pungkasnya.

Rabu (21/11) lalu, Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto telah melihat langsung bangunan kuno zaman Belanda yang dibangun pada 1937 itu. KPK sendiri meminjam dan memakai lahan dan bangunan rutan itu seluas 365 meter persegi.

Untuk tahap pertama, KPK telah merampungkan pembangunan tiga sel yang terletak di bagian depan markas Pomdam Jaya. Masing-masing ruang terdapat dua kasur, dua lemari dan satu kamar mandi dengan kloset duduk. Di bagian belakang markas Pomdam, tepatnya di Instalasi Tahanan Militer, KPK akan membangun delapan sel lagi. [ald]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya