Berita

Politik

Mengapa Max Sopacua Hindari Persidangan Angie?

KAMIS, 22 NOVEMBER 2012 | 17:54 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Max Sopacua sudah dua kali tidak hadir sebagai saksi di sidang terdakwa korupsi, Angelina Sondakh (Angie), yaitu pada persidangan dua pekan lalu dan hari ini.

"Tidak hadir dan tidak ada konfirmasi pada kami," ujar salah satu Jaksa Penuntut Umum KPK di ruang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Kuningan Jakarta (Kamis, 22/11).
 
Beberapa waktu lalu, Max juga pernah menjadi saksi untuk Angie saat menjadi tersangka di KPK dalam kasus pembahasan anggaran beberapa perguruan tinggi negeri di Komisi X DPR pada 2010


Pernah Max mengatakan  tidak pernah mengetahui pembahasan anggaran di Komisi X. Di DPR, dia duduk di Komisi I yang tidak ada sangkutpautnya dengan pembahasan anggaran di Kementerian Pendidikan.

Max menduga dirinya diperiksa sebagai saksi terkait informasi yang pernah diungkapkan oleh mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin. Di persidangan, terpidana kasus korupsi Wisma Atlet itu membeberkan bahwa Tim Pencari Fakta Partai Demokrat menggelar pertemuan pada 11 Mei tahun lalu. Max adalah anggota tim.

Di dalam pertemuan itu, kata Nazar, Angelina Sondakh yang menjabat Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, mengaku menerima uang sebesar Rp 9 miliar. Kemudian uang itu diberikan kepada beberapa koleganya di Senayan, termasuk kepada Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum sebesar Rp 2 miliar. Tuduhan itu sudah dibantah Anas. [ald]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya