Berita

amran batalipu/ist

Politik

Amran Batalipu Sering Minta Duit ke Perusahaan Hartati Murdaya

KAMIS, 22 NOVEMBER 2012 | 17:34 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Persidangan kasus dugaan korupsi pengurusan izin Hak Guna Usaha (HGU) perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah dengan terdakwa bekas Bupati Buol, Amran Batalipu kembali digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta Kamis (22/11). Sidang ini menghadirkan tiga saksi, yakni Yani Ansori, Gondo Sujono, dan Kepala Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Buol, Haryono Suyono.

Dihadapan Majelis Hakim yang diketuai oleh Gusrizal, Gondo mengungkapkan bahwa pada mulanya Amran Batalipu berkali-kali menyampaikan permintaan dana kepada PT Hardaya Inti Plantations milih pengusaha Hartati Murdaya.

Dia menjelskan, Amran sering meminta dana untuk berbagai keperluan, seperti untuk jasa keamanan perusahaan maupun untuk kepentingan Pemilukada di mana dirinya sebagai incumbent maju lagi dalam Pemilukada Kabupaten Buol pada Juli lalu.


Gondo mengatakan bahwa dirinya pernah datang ke Buol dan bertemu Amran Batalipu di sebuah restoran. Saat itu Amran meminta sejumlah dana dan dirinya mengaku mendapat tekanan dari Amran yang menagih sejumlah uang.

“Waktu itu Pak Amran meminta dana sebanyak Rp3,5 miliar,” terang dia.

Saksi lainnya, Yani Ansori juga menjelaskan hal yang sama kepada majelis hakim. Dia membenarkan bahwa Amran Batalipu sering menyampaikan permintaan dana kepada PT HIP.

“Yang saya tahu dalam berbagai kesempatan Pak Amran sering menyampaikan permintaan dana,” katanya.

Menurut Yani, pada awalnya permintaan dana tersebut kurang ditanggapi oleh managemen PT HIP, dan oleh sebab itu Amran sering menekan dirinya.

“Gimana (soal dana) itu?” ujar Yani menirukan Amran Batalipu yang berkali kali meminta uang.

Dalam persidangan sebelumnya terungkap bahwa pada akhirnya pemilik PT HIP, Hartati Murdaya, menyetujui memberikan dana Rp1 milyar ke Buol, karena pada saat Amran meminta dana kondisi perkebunan kelapa sawit dan pabrik CPO di Buol sedang diganggu dan diblokade oleh warga yang diduga sebagai pendukung Amran.

Hartati setuju memberikan dana Rp1 milyar tersebut sebagai biaya keamanan agar perkebunan dan pabriknya di Buol tidak diganggu lagi. Dana tersebut diberikan melalui Yani Ansori dan Arim. [sam]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya