Berita

wayan koster/ist

Wayan Koster Bantah Terima Uang dari Perusahaan Nazaruddin

KAMIS, 22 NOVEMBER 2012 | 15:36 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Anggota DPR Wayan Koster membantah menerima uang dari dari Grup Permai terkait succes fee berbagai proyek yang ditangani perusahaan Nazaruddin itu.

Hal itu disampaikan politisi PDIP itu dalam persidangan lanjutan Angelina Sondakh yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kuningan, Jakarta Selatan, hari ini (Kamis, 22/11).

"Tidak pernah, itu tidak ada," ujar Koster menjawab pertanyaan hakim Sudjatmiko yang menanyakan apakah dirinya pernah menerima langsung atau dari stafnya terkait dari proyek wisma atlet.


Kesaksian ini jelas bertolakbelakang dengan kesaksian Wakil Direktur Keuangan Grup Permai Yulianis yang menyatakan ada 16 aliran uang dari Permai Grup ke anggota DPR, termasuk untuk Angie dan Wayan Koster dari Grup Permai sebagai imbalan dari proyek di universitas.

Sementara itu, karyawan Grup Permai, Dewi Untari, mengaku pernah menyerahkan uang titipan ke anggota Komisi X DPR Wayan Koster. Penyerahan uang ini atas perintah Wakil Direktur Keuangan Grup Permai, Yulianis.

"Saya di lantai 2 dipanggil ke lantai 3 oleh Oktarina Furi atas perintah Ibu Yulianis. Saya diminta antar kado ke ruangan Pak Wayan Koster," ujar Dewi Untari saat bersaksi untuk terdakwa Angelina Sondakh di Pengadilan Tipikor, beberapa waktu silam.

Dewi mengaku pernah dua kali mengantarkan kado berisi uang titipan kepada Wayan Koster di Gedung DPR. "Seingat saya 2 kali, antara 17 Oktober 2010 sama 26 Oktober 2010," pungkasnya sembari mengaku tidak mengetahui jumlah uang yang tersimpan dalam bingkisan tersebut. [arp]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya