Berita

rmol

Politik

Dipo Alam Cobek Istana!

KAMIS, 22 NOVEMBER 2012 | 12:59 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Dipo Alam Kandidat Kuat Menteri Negara Perencanaan dan Pengealihan Isu. Begitu  salah satu isi tulisan spanduk yang dibentangkan puluhan aktivis yang mengatasnamakan diri Jaringan Aktivis Condong Kebenaran (Jancok), di depan Gedung KPK Jakarta, Kamis (22/11).

Di bagian spanduk lainnnya, nampak foto Dipo sedang komat-kamit: "Goodbye Kasus Century !!!" dan "Tinggalkan Kasus Hambalang".

Koordinator aksi Solihin Pure dalam orasinya mengatakan, tindakan Dipo Alam, mulai dari mengumumkan kongkalikong anggaran di tiga kementerian hingga langkahnya melaporkan kasus tersebut ke KPK hanyalah sebagai pengalihan isu belaka agar kasus-kasus besar seperti bailout Bank Century dan proyek Hambalang, dan mafia narkoba di Istana akan sirna.

"Dipo Alam sengaja menjadi bamper Istana atau cebok Istana untuk menutupi masalah-masalah besar," pungkasnya.

Dia mengingatkan, sebelumnya Dipo juga pernah bermanuver menghujat tokoh lintas agama untuk mengalihkan isu SBY Peembohong yang disampaikan para tokoh agama. Dipo Alam waktu itu menyebut tokoh lintas agama sebagai gagak hitam.

Dipo Alam juga pernah mengancam akan memboikot sejumlah media karena media tersebut dianggapnya selalu memberitakan hal-hal negatif dari pemerintahan.

Aksi para aktivis Jancok ini berlangsung sekitar satu jam lamanya. Selain berorasi, mereka juga membagikan selebaran. [dem]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya