Berita

johan budi sp/ist

Politik

CENTURYGATE

KPK: Budi Mulya dan Siti Fadjriah Belum Jadi Tersangka!

SELASA, 20 NOVEMBER 2012 | 18:25 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ternyata belum menetapkan Deputi Gubernur Bank Indonesia nonaktif Budi Mulya dan mantan Deputi Gubernur BI Bidang Pengawasan Siti Chalimah Fadjriah sebagai tersangka megakorupsi Century.

Jurubicara KPK Johan Budi SP memastikan, belum ada surat perintah penyidikan (Sprindik) terhadap dua nama tersebut.

"Belum ada Sprindik. Belum ada peningkatan status Century dalam proses penyelidikan ke penyidikan," kata dia kepada media di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (20/11).

Dijelaskan, dari sore hingga malam kemarin KPK  melakukan gelar perkara Century yang menyimpulkan Budi Mulya dan Siti Fadjriah bertanggungjawaban secara hukum terkait bailout Century.

Selain itu, lanjut dia, dari keterangan-keterangan yang ada, penelusuran bukti-bukti, penelaahan temuan audit investigasi dan forensik BPK dan permintaan keterangan ahli, gelar perkara juga menyimpulkan bahwa ditemukan adanya tindak pidana korupsi dan ada pihak-pihak yang bisa diminta pertanggungjawaban terkait penyimpangan dalam bailout.

"Tapi setelah itu perlu akan ada proses administratif. Tentu proses selanjutnya adalah tim melakukan kelengkapan admistratif, pasal-pasal mana yang disangkakan atau sprindik misalnya," jelas Johan.[dem]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya