Berita

abraham samad/ist

Politik

KORUPSI HAMBALANG

Abraham Samad Kapok Gunakan Slogan "Menghitung Hari"

SENIN, 19 NOVEMBER 2012 | 14:39 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad mulai kapok dan tak mau lagi menggunakan slogan "Menghitung Hari" yang biasa dikatakannya menjawab pertanyaan soal siapa tersangka baru dalam sebuah kasuh yang tengah ditangani.

Buktinya, hari ini (Senin, 19/11) ketika ditanyakan mengenai siapa tersangka yang dimaksud Samad dalam kasus korupsi Hambalang, dia menjawab datar.

"Lihat saja nanti. Nanti kalau disebut lagi menghitung hari, saya ditagih," kata Samad ketika dijumpai di Istora Senayan, Jakarta, beberapa saat tadi.


Samad lalu menjelaskan maksud slogan "Menghitung hari" yang baru-baru ini juga dikritik oleh salah satu mantan komisioner KPK, Bibit Samad Rianto.

"Menghitung hari itu kan 2 bulan 60 hari.  bulan 30 hari, karena saya senang menggunakan kata menghitung hari aja. Bukan berarti menghitung hari itu satu dua hari aja," katanya mengelak.

Samad lagi-lagi mengelak kalau tak ditetapkannya tersangka baru di kasus yang berbiaya Rp2,5 trilliun itu salah satunya lantaran ada penyidik yang tiba-tiba ditarik Mabes Polri. Padahal, yang terjadi sebenarnya adalah masa penugasan penyidik itu habis.

"Tapi kita berjanji pada masyarakat kita akan bekerja maksimal, bayangkan seluruh penyidik kita di tarik ketika sedang menangani penyidikan hambalang, century, dan lain-lain," tandasnya. [sam]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya