Berita

ahmad yamani/ist

Politik

Advokat Apresiasi Mundurnya Hakim Agung Yamani

JUMAT, 16 NOVEMBER 2012 | 16:22 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Ikatan Advokat Indonesia (Ikadin) tak mempermasalahkan langkah Ahmad Yamani mengundurkan diri dari jabatannya sebagai hakim agung. Yamani mengajukan pengunduran diri dengan alasan sakit.

"Saya mengapresiasi kalapun itu alasan sakit," ujar Ketua Umum Ikadin, Todung Mulya Lubis di sela-sela acara Rapimnas Ikadin, di Park Hotel, Cawang, Jakarta, Jumat (16/11).

Kisah mundurnya Ahmad Yamani sebagai hakim agung masih diselimuti kabut tebal pertanyaan. Pernyataan resmi MA bahwa Yamani sakit sebagai alasan mengundurkan diri menimbulkan tanda tanya. Benarkah dia sakit?

Beredar kabar, satu hari sebelum mengirimkan surat pengunduran diri pada Rabu (14/11), Yamani sempat ikut sidang di MA. Selama sidang dia terlihat fit, tanpa ada keluhan apapun. Berbagai spekulasi pun muncul, diantaranya karena Yamani merupakan salah satu hakim agung yang terlibat dalam sidang peninjauan kembali (PK) kasus pemilik pabrik narkoba Hengky Gunawan. Dalam sidang itu majelis membatalkan vonis mati untuk Hengky dan menurunkannya menjadi hukuman penjara.

Yamani dan dua hakim agung lainnya, yaitu  Brigjen TNI (Purn) Imron Anwari dan Hakim Nyak Pha menyulap hukuman mati menjadi hukuman 15 tahun penjara dengan dalih Hak Asasi Manusia (HAM).

Bagi Todung, pengunduran diri Yamani hal biasa dan wajar-wajar saja.

"Di dunia hakim, pengunduran diri itu biasa," katanya. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya