Berita

todung mulya lubis/ist

Politik

KONGKALIKONG ANGGARAN

Bukan Hanya Bukti Indikasi yang Harus Diserahkan Dipo Alam

JUMAT, 16 NOVEMBER 2012 | 15:13 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Ikatan Advokat Indonesia (Ikadin) berharap langkah Seskab Dipo Alam mengadukan korupsi anggaran di tiga kementerian kepada KPK disertai dengan bukti dan fakta yang cukup.

"Bukan hanya bukti indikasi lagi," ujar Ketua Umum Ikadin, Todung Mulya Lubis di sela-sela acara Rapimnas Ikadin, di Park Hotel, Cawang, Jakarta, Jumat (16/11).

Jelas Todung, dengan adanya bukti yang cukup yang diserahkan ke KPK, maka pelaporan itu akan membuktikan kalau Dipo benar-benar mendukung pemberantasan korupsi di negeri ini.


"Tidak bisa hanya membuat tuduhan di media adanya kongkalikong. Kongkalikong itu harus dibuktikan," tuturnya.

Untuk itu Todung berharap, map warna coklat yang dibawa Dipo ke KPK Rabu malam benar-benar dokumen dan bukti adanya pemakan uang rakyat di kementerian. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya