Berita

hambalang/ist

Politik

KORUPSI HAMBALANG

KPK Juga Periksa Komisaris Metaphora Solusi Global

RABU, 14 NOVEMBER 2012 | 13:44 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Selain memeriksa Direktur Utama PT Metaphora Solusi Global, Rizal Syarifuddin, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (14/11) ini, juga melakukan pemeriksaan terhadap Komisaris PT Metaphora Solusi Global, Muhammad Arifin.

Keduanya diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Hambalang, Deddy Kusdinar.

"Ini merupakan pemeriksaan lanjutan," ujar Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha ketika dikonfirmasi, Rabu (14/11).

Arifin sudah memasuki gedung KPK sejak pukul 09.30 dengan tidak memberikan penjelas apapun mengenai pemeriksaannya.

PT Metaphora Solusi Global merupakan perusahaan yang menjadi konsultan proyek Hambalang. Untuk mengumpulkan lebih banyak bukti, KPK telah melakukan penggeledahan di kantor Metaphora, yang terletak di Jalan Ridwan, Grogol.

Dari penggeledahan tersebut, penyidik KPK berhasil menyita beberapa dokumen dan transaksi keuangan yang berkaitan dengan rekanan dalam proyek senilai Rp 2,5 triliun tersebut.

Sebagai perusahaan jasa konsultan, PT Metaphora diduga berada di balik amblesnya tanah Hambalang beberapa waktu lalu. Hal itu diduga hasil studi kelaikkan tanah dibukit Hambalang yang dilakukan PT Metaphora sebagai konsultan proyek. Untuk meloloskan pembangunan proyek Hambalang, studi kelaikkan tanah dibuat sedemikian rupa agar lolos dan pembangunan bisa dilakukan.

Namun hasilnya, belum juga rampung pembangunan sarana senilai Rp 2,5 triliun tersebut, pondasi bangunan lapangan badminton, bangunan gardu listrik, dan jalan No 13 ambles beberapa meter ke dalam tanah.

KPK memperkirakan, kerugian sementara dalam kasus Hambalang untuk tahun anggaran 2010 mencapai Rp 10 miliar lebih. Sementara menurut Badan Pemeriksa Keuangan, kerugian negara dalam proyek Hambalang yakni Rp 243,6 miliar. [dem]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya