Berita

ilustrasi

Politik

Ketua Panitia Lelang Ngaku Tak Paham Proyek Hambalang

RABU, 14 NOVEMBER 2012 | 12:14 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Kepala Bidang Evaluasi dan Diseminasi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Wisler Manalu mengaku map warna coklat yang ia tenteng dan tidak jadi diserahkan kepada penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) adalah dokumen pengadaan.

Tapi, pengadaan dalam proyek apa, anak buah Menteri Andi Alvian Mallarangeng itu tidak menjelaskannya.

"Hanya dokumen pengadaan. Hanya Prosesnya saja. Enggak ada apa-apa," kata dia sambil berjalan tergesa-gesa melintasi Jalan Rasuna Said Kuningan Jakarta sesaat lalu (Rabu, 14/11) Saking tergesa-gesanya, Wisler melintas di jalan depan kantor KPK tanpa melewati jembatan penyebrangan.


Wisler yang juga ketua panitia lelang Hambalang ini berkelit saat ditanyakan secara lebih detail mengenai proyek yang berbiaya Rp 2,5 trilliun itu.

"Kita gak paham lah, kita ini hanya pelaksana. Gak ada, gak ada informasi yang baru," elaknya.

Selain DK siapa yang terlibat?

"Wah gak tahu saya, gak ngertilah gak paham lah. Kita ini kan hanya pelaksana," jawabnya

Bapak dikabarkan jadi tersangka?

"Wah gak ada," terang dia

Pak wafid kan dikorbanin?

"Waduh gak tahu saya," katanya sembari berlalu.

Nama Wisler Manalu sempat santer diberitakan sebagai calon tersangka bersama Deddy Kusnidar dalam kasus Hambalang. Sebagai Ketua Panitia Lelang, Wisler mempunyai peran penting dalam mengurusi proyek senilai Rp 2,5 triliun tersebut. Bahkan Wisler-lah yang bisa berhubungan langsung dengan para kontraktor yang mengikuti tender yang akhirnya di menangkan oleh Adhi Karya tersebut. [sam]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya