Berita

ist

Politik

KORUPSI HAMBALANG

Rizal No Comment, Wisler Ngaku Cuma Lengkapi Berkas

RABU, 14 NOVEMBER 2012 | 10:32 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melakukan sejumlah pemeriksaan terhadap saksi-saksi guna mengusut kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Sekolah Olahrag nasional (SON) di Hambalang, Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Seperti hari ini, (Rabu, 14/11) sekitar enam orang yang akan dimintai keterangannya terkait proyek yang berbiaya Rp 2,5 trilliun itu. Mereka yakni, Zaria dan Sutrisno masing-masing sebagai karyawan PT. Adhi Karya. Bambang Siswanto dan Drs. Wisler Manalu, masing-masing PNS Menpora.  Lisa Lukitawati Isa (swasta) dan Rizal Syarifuddin selaku Dirut PT Metaphora Solusi Global.

"Semuanya diperiksa sebagai tersangka DK," kata Kabag Pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha melalui pesan singkatnya sesaat lalu.


Rizal sudah memenuhi panggilannya. Dia tiba di kantor KPK yang terlelak di jalan Rasuna Said Kuningan Jakarta itu sekitar pukul 09.30 WIB. Rizal sama sekali tidak bersedia membuka mulut. Selang beberapa menit, Wisler datang mengenakan kameje putih dengan menenteng map warna coklat.

Wisler mengaku diperiksa sebagai saksi untuk pengembangan kasus Hambalang, ia pun menuturkan, kalau dirinya sudah memberikan semua data yang ia miliki.

"Iya, dalam kasus itu (Hambalang). Saya udah diperiksa semua. Ini tinggal melengkapi (Berkas DK)," ujarnya kepada wartawan dambil memasuki ruangan pimpinan Abraham Samad itu.

Dalam kasus ini, Deddy Kusnidar adalah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam proyek yang ada dibawah Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) itu. Deddy yang juga  mantan Kabag Perencanaan Keuangan dan Rumah Tangga Kemenpora itu diduga melakukan mark up. [sam]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya