Berita

diego michels/ist

Polisi Didesak Tolak Penangguhan Penahanan Diego Michels

SELASA, 13 NOVEMBER 2012 | 15:53 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Kepolisian diingatkan untuk tidak mengabulkan penangguhan penahanan terhadap pesepakbola Diego Michels, meskipun elit-elit persepakbolaan Indonesia memberikan jaminan bahwa skuad Timnas itu tidak akan melarikan diri.

Demikian disampaikan Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane dalam keterangan pers yang diterima redaksi, Selasa (13/11).

"Pertama-tama kami memberi apresiasi kepada jajaran Polsek Tanah Abang yang sudah menahan Diego. IPW juga mengimbau Kapolda Metro mengawasi kasus ini secara cermat agar Diego yang terlibat penganiayaan tidak diberikan penangguhan penahanan setelah dipindahkan ke Polres Jakpus," kata Neta.


Ada dua alasan kenapa penangguhan penahanan Diego harus ditolak polisi. Pertama, Diego sebagai skuad Timnas seharusnya konsisten membawa misi perdamaian, fair flay dan anti kekerasan. Sebagai ikon bangsa Indonesia, seharusnya Diego bisa menjaga citra dan tidak melakukan tindak pidana.

"Apa jadinya Timnas jika skuadnya dibiarkan terlibat kasus penganiayaan di klub malam," katanya lagi.

Kedua, sambung Neta, selama ini cukup banyak publik figur yang terlibat kasus penganiayaan tapi penangguhan penahanannya tidak dikabulkan polisi. Jadi, Polda Metro tidak punya alasan untuk memberi keistimewaan bagi Diego.

"Publik figur yang tetap ditahan polisi dalam kasus penganiayaan, adalah artis Ratu Felisa memukul Andien dengan sepatu, November 2006. Lalu ada juga Ananda Mikola dan Marcella Zalianty menganiaya Agung pada Desember 2008. Artis Andi Soraya ditahan karena kasus penganiayaan September 2010 pun ditolak permohonan penangguhan penahanan," ujarnya.

"Awal Oktober 2012 Nikita Mizarni ditahan karena penganiayaan dan mantan pemain bola PSM Makassar asal Paraguay Roberta Acosta ditahan di Polres Jaksel sejak awal Oktober karena dituduh menganiaya pacarnya pun ditolak," jelasnya. [arp]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya