Berita

Zulkarnain Djabbar/ist

KORUPSI AL QURAN

Sopir Pribadi Zulkarnain Djabar Digarap KPK

SENIN, 12 NOVEMBER 2012 | 12:29 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Komisi Pemberantsan Korupsi (KPK) tampaknya mengarahkan penyelidikan kasus korupsi pembahasan anggaran proyek pengadaan Al Quran dan Laboratorium di Kementerian Agama kepada Deni Suherman, sopir pribadi tersangka dalam kasus tersebut, anggota DPR Zulkarnain Djabar.

Kabag Informasi dan Pemberitaan KPK, Priharsa Nugraha mengatakan, kali ini penyidik KPK akan memeriksa supir pribadi politisi Partai Golkar itu.

"Yang bersangkutan (Deni Suherman) akan diperiksa sebagai saksi untuk ZD," ujar Priharsa Nugraha saat dikonfirmasi wartawan, Senin (12/11).

Pemeriksaan sopir pribadi tersangka di KPK bukan tanpa alasan. Sopir pribadi diduga mempunyai peran penting dalam sebuah tindak pidana korupsi. Sopir biasanya berperan sebagai kurir. Misalnya, dalam kasus suap proyek kasus Wisma Atlet, dalam pernah sopir Permai Grup. Sang sopir mengaku diperintahkan untuk mengantar sejumlah uang. Begitupun dalam penyelidikan kasus Hambalang. Penyidik KPK mengamini pernah menggarap supir pribadi Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum berkaitan dengan dugaan pemberian mobil Harrier oleh PT Adhi Karya kepada Anas.

Untuk peran sopir pribadi Zulkarnaen Djabar belum diketahui secara pasti. Namun yang pasti, dalam kitab KPK, seseorang diperiksa sebagai saksi itu terkait tiga unsur, yakni yang bersangkutan diperiksa karena tahu, mendengar, atau karena kepakarannya. [zul]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya