Berita

ilustrasi

BENTROK BATANG TORU

Komnas HAM akan Tinjau Lokasi Pembuangan Limbah PT AR

RABU, 07 NOVEMBER 2012 | 09:37 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Komisi Nasional Hak Asasi Manusi (Komnas HAM) berjanji akan meninjau langsung lokasi pembuangan limbah dari aktivitas tambang emas PT Agricourt Resources (AR) ke bantaran sungai Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

"Komnas HAM akan turun tangan meninjau permasalahan ini ke lapangan," ujar Pengurus Komunitas Mahasiswa Sumatera Utara (KMSU) Jakarta, Ismar Rasoki Hasibuan yang juga warga Tapanuli Selatan kepada Rakyat Merdeka Online, Rabu (7/11).

Selasa kemarin, (6/11) belasan warga Batang Toru didampingi aktivis Walhi (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia) dan KMSU mendatangi Kantor Komanas HAM di Jalan Latuharhari, Menteng Jakarta Pusat.

Selain ke Komnas HAM dan KontraS beberapa hari lalu, perwakilan warga Batang Toru itu juga rencananya akan mendatangi Mabes Polri, Kementrian Lingkungan Hidup, Kementrian ESDM  dan kalau diharapkan juga bisa bertemu Presiden SBY.

PT Agricourt Resources mencemari sungai Batang Toru sebagai sumber air masyarakat. Kedua masyarakat mengadukan insiden pemukulan yang dialami warga ketika terjadi bentrokan dengan polisi saat pemasangan pipa dilakukan.

Selain itu ungkap Ismar, Komnas HAM meminta agar aparat keamanan menghentukan kriminalisasi terhadap warga. "Bebaskan 16 masyarakat Batang Toru yang sekarang mendekam di Markas Polisi Sumatera Ura dan diberikan akses perlindungan Hukum," ungkapnya.

Komnas HAM juga meminta, agar dihentikan sweeping yang akan membuat masyarakat semakin resah dan trauma mendalam. "Berikan akses perlindungan keamanan maupun hukum kepada warga Batang Toru," paparnya Ismar mengutip hasil pertemuan Warga Batang Toru dengan Komnas HAM. [zul]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya