Berita

sumaryato/ist

KISRUH PEMERAS BUMN

Tidak Hanya Inisial, Nama Sumaryato Sudah Jelas Disebut

SELASA, 06 NOVEMBER 2012 | 20:38 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Secara resmi, Badan Kehormatan (BK) DPR belum mengumumkan siapa saja oknum anggota DPR pemeras BUMN. Namun, informasi tersebut sudah bocor duluan. Ada dua nama yang disebut Menteri Dahlan Iskan sebagai pemeras BUMN. Keduanya adalah S dan IL. S disebut-sebut anggota Komisi XI DPR awal PDIP Sumaryoto sedangkan IL adalah anggota Komisi VI dari Golkar Idris Laena.

Meski demikian, Sumaryoto sendiri mengaku siap jika sewaktu-waktu dipanggil BK DPR.

"Tidak hanya inisial, tapi nama Sumaryoto sudah jelas. Jadi klien kita siap," ujar kuasa hukum Sumaryoto, Warsito Sanyoto saat jumpa pers di kantornya Jalan Kartika Utama BA 6 nomor 9, Pondok Indah, Jakarta, Selasa (6/11).


Tidak itu saja, Warsito menjelaskan, pihaknya sudah bertemu dengan  mantan Direktur Utama PT Merpati Nusantara Airlines (MNA), Sandjono Jhoni. Dalam pertemuan itu, Jhoni mengatakan tidak pernah ada pemberian fee kepada Sumaryoto.

"Saya sudah ketemu face to face Pak Joni. Lalu saya tanyakan apakah ada pemerasan? Katanya, tidak ada pemerasan dan penyerahan uang sama sekali," papar Warsito.

Untuk itu, pihaknya mendesak BK DPR dan KPK untuk memeriksa kliennya. Apabila tidak terbukti, maka akan dilakukan tuntutan terbalik dan akan melalui jalur hukum. "Ini menunjukkan keseriusan beliau, bahwa beliau tidak melakukan apa yang dituduhkan," pungkasnya. [arp]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya