ilustrasi/ist
ilustrasi/ist
Ketua PERKENI Dr Pradana SoeÂwonÂdo mengungkapkan, banyak dokÂter menangani gangguan kelenjar tiÂroid tidak sesuai tahapan secara benar. Sehingga penyakit ini sulit diÂsemÂbuhkan. Apalagi gejala tiroid masih suÂlit diketahui oleh penderita.
“Penanganan tiroid harus dilakukan secara benar dan penderita pun mesti rajin memeriksakan ke dokter, supaya bisa diatasi secara maksimal,†katanya dalam seminar media yang bertajuk ‘Minimalkan Efek Samping Pada Pengobatan Kelainan Kelenjar Tiroid’ di Jakarta, Jumat (19/10).
Kata Pradana, penanganan tiroid dapat dilakukan melalui pemeriksaan darah di laboratorium guna melihat TSH (kadar hormon tiroid). PeÂmeÂriksaan darah bisa menjadi indikator apakah pasien menderita hipotiroid, hipertiroid maupun kanker tiroid.
Selain itu, lanjut dia, pemeriksaan tiroid bisa juga dilakukan dengan banÂtuan Ultra Sonografi (USG) yang akan membantu keakuratan tindakan biÂopÂsi, tanpa harus dioperasi lebih dulu.
“Pemeriksaan bisa dilakukan meÂlaÂlui laparoskopi yang bersifat invasi, yang bertujuan mengangkat benjolan dari kelenjar gondok, dengan ukuran jarum tertentu di bawah empat senÂtiÂmeter,†katanya.
Secara estetika, langkah ini dinilai sangat menguntungkan, karena tidak meninggalkan bekas luka yang besar serta memperkecil terangkatnya keÂlenjar paratiroid dari pita suara.
“Pada operasi tiroid umumnya, justru mengandung risiko yang dapat mengÂakibatkan metabolisme terÂganggu yang ditimbulkan setelah operasi. Oleh karena itu, pasca-pemÂbedahan pasien perlu meÂlakukan konÂtrol secara rutin,†ujarnya.
Ahli penyakit dalam dari Divisi MeÂtaÂbolime dan Endokrinologi DeÂparÂteÂmen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM Iman Subekti menambahkan, meÂtode lain yang mungkin bisa dilaÂkuÂkan adalah dengan melakukan teknik ablasi. Teknik ablasi meruÂpaÂkan teknik pemberian radioaktif yang akan merusak sel pada kelenjar tiroid yang mengalami kelainan. Di mana, metode ini juga dipakai pada pasca-operasi pada kasus kanker tiroid.
Bahkan untuk mengurangi angka kekambuhan dan memperpanjang harapan hidup bagi pasien kanker tiroid, perlu dilakukan pengelolaan terpadu dengan berbagai cara. PerÂtama, perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui fungsi kelenjar tiroid dan pertanda adanya tumor, yaitu memeriksa TSH, T3, dan T4, Tiroglobin dan Kalsitonin. Juga dilakukan foto polos leher.
Kedua, untuk memastikan benjolan di leher, perlu dilakukan biopsy jarum halus, yaitu mengambil sedikit cairan yang terdapat pada benjolan dengan menggunakan jarum yang sangat haÂlus yang tidak menimbulkan rasa sakit yang berlebih, yang akan menÂdiÂferensiasi benjolan tersebut. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Senin, 23 Maret 2026 | 01:38
Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08
Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03
Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50
Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12
Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43
Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15
UPDATE
Sabtu, 28 Maret 2026 | 13:53
Sabtu, 28 Maret 2026 | 13:38
Sabtu, 28 Maret 2026 | 12:53
Sabtu, 28 Maret 2026 | 12:17
Sabtu, 28 Maret 2026 | 11:53
Sabtu, 28 Maret 2026 | 11:24
Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:52
Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:40
Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:28
Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:12