Berita

Sony Dwi Kuncoro

Olahraga

Sony melenggang Simon Kalah WO

Perancis Terbuka Superseries 2012
KAMIS, 25 OKTOBER 2012 | 09:29 WIB

Pebulutangkis tunggal putra Sony Dwi Kuncoro menjadi wakil Indonesia satu-satunya yang tersisa di turnamen Prancis Terbuka Superseries 2012. Sony menang setelah menyingkirkan wakil India, Sourabh Varma 22-20 dan 21-16 di babak pertama.

Di babak kedua, Sony yang tidak diunggulkan akan bertemu pemain Hongkong, Wong Wing Ki yang mengalahkan unggulan keem­pat da­ri China, Du Pengyu 23-21, 16-21 dan 21-10.

Lolosnya Sony menjadi hibu­ran bagi pecinta bulutangkis di Tanah Air, karena dia bisa men­jadi andalan untuk merebut gelar turnamen tersebut. Soalnya, Si­mon Santoso yang menjadi ung­gulan utama, tidak bisa melan­jutkan kiprahnya karena kalah WO dari pemain Malaysia, Tan Chun Seang.

Selain kekalahan WO Simon, wakil Indonesia lainnya di tung­gal putra harus angkat koper ya­itu Andre Kurniawan Tedjono. An­dre yang harus melewati ba­bak kualifikasi takluk ditangan pemain Denmark, Jan O Jorgen­sen dua game langsung 19-21 dan 15-21.

Wakil Indonesia lainnya, Dio­nysius Hayom Rumbaka juga tersingkir, setelah ditaklukan pe­main Thailand, Boonsak Pon­sa­na 21-18, 14-21 dan 7-11.  Ha­yom tidak melanjutkan pertan­dingan di game ketiga, karena mengalami cedera.

Di tunggal putri, Aprilla Yus­wan­dari sukses menundukkan pe­main Selandia Baru, Michelle Chan Ky 21-11 dan 21-17. De­ng­an kemenangannya itu, April akan menghadapi pemain asal Thailand, Ratchanok Intanon yang mengalahkan pemain Be­landa, Jie Yo  21-10 dan 21-14.

“Yang jelas saya siap main ‘ngoyo’. Terakhir bertemu sudah lama sekali, dua tahun yang la­lu,” kata Aprilla.

Aprilla menjadi wakil Indone­sia satu-satunya yang tersisa di tunggal putri, setelah dua rekan­nya Belaetrix Manuputi dan Ad­rianti Firdasari tersingkir. Belae­trix harus mengakui ke­kuatan pe­main asal Jerman, Ju­lia­ne Schenk 10-21 dan 12-21. Se­mentara, Fird­da disingkirkan pemain Singa­pura, Juan Gu  23-25 dan 16-21.

Di ganda campuran, pasangan Tontowi Ahmad-Liliyana Natsir maju ke putaran kedua, setelah menghentikan langkah pasangan tuan rumah, Baptiste Careme/Audrey Fontaine 21-15 dan 21-17 dalam waktu 29 menit.

Namun, duet bersaudara Mar­kis Kido/Pia Zebadiah gagal me­nyusul Tontowi/Liliyana setelah dikalahkan unggulan pertama, Xu Chen-Ma Jin 18-21, 16-21.

Markis Kido mengakui kekua­tan pasangan asal China itu dan terlebih lagi mereka baru perta­ma kali bertemu. “Mereka kuat sekali. Saya ma­sih belum begitu mengerti pola bermain campu­ran. Masih sering salah,” kata Kido.

Pasangan Indonesia lainnya, Muhammad Rijal-Debby Susan­to, sukses melangkah ke babak ke­dua. Mereka unggul atas gan­da cam­puran Korea, Kim Ki Jung- Kim So Young, 21-12 dan 21-9.  [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

UPDATE

Andrie Yunus Binaan Soleman Ponto

Senin, 23 Maret 2026 | 04:10

Yaqut Berpeluang Pengaruhi Saksi saat Jadi Tahanan Rumah

Senin, 23 Maret 2026 | 04:06

Ada Skenario Guncang Prabowo Lewat Dana George Soros

Senin, 23 Maret 2026 | 03:49

Pimpinan KPK Didesak Buka Suara soal Tekanan Politik terkait Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 03:13

Prabowo Telepon Erdogan-MBS saat Idulfitri

Senin, 23 Maret 2026 | 03:05

Yaqut Jadi Tahanan Rumah Benar Secara Aturan, tapi Cederai Rasa Keadilan

Senin, 23 Maret 2026 | 02:18

Kaum Flagelata dan Ekstremisme Religius di Tengah Krisis Abad Pertengahan Eropa

Senin, 23 Maret 2026 | 02:08

Alasan KPK soal Pengalihan Penahanan Yaqut Janggal

Senin, 23 Maret 2026 | 02:00

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Sahroni Kritik Polisi Slow Response Tanggapi Laporan Warga

Senin, 23 Maret 2026 | 01:22

Selengkapnya