Berita

Jorge Lorenzo

Olahraga

Bersaing Dengan Pedrosa, Lorenzo Ngaku Tertekan

RABU, 24 OKTOBER 2012 | 09:00 WIB

Persaingan perebutan gelar juara dunia MotoGP musim ini antara pebalap Yamaha, Jorge Lorenzo dan pebalap Repsol Honda, Dani Pedrosa semakin panas. Lorenzo mengaku mulai tertekan jelang detik-detik gelara terhormat tersebut.

Saat ini, kedua pebalap terpaut 23 poin. Selisih poin tersebut, setelah Pedrosa mencatat hattrick tiga kemenangan beruntun yang secara luar biasa mampu diraihnya yakni di Aragon, Jepang, dan Malaysia.

Kini Lorenzo mengoleksi 330 poin, sementara Pedrosa 307 poin. Dua seri tersisa di Sirkuit Phillip Island, Australia dan Sirkuit Valencia, Spanyol dipastikan akan jadi pertarungan hidup mati di antara keduanya.

Sadar performa Pedrosa sedang on-fire, Lorenzo hanya menargetkan raihan podium di MotoGP Australia dan MotoGP Valencia. Sikap main aman ini sebenarnya bisa dimengerti.

Sekalipun Pedrosa selalu menang di dua seri pamungkas, Lorenzo tetap bisa jadi juara dunia andai senantiasa finis tidak lebih buruk dari posisi ketiga. Intinya, jangan terlibat kecela­ka­an dan berhasil merebut podium.

“Ya, saya mulai merasakan adanya tekanan, tapi saya akan jauh lebih merasa tertekan jika Dani memiliki nilai yang sama dengan saya, atau berada di depan,” kata Lorenzo seperti dikutip dari Crash.

“Saya punya keunggulan 23 poin. Tentu saja jika saya kecelakaan di Australia situasinya akan berubah, tapi saya berharap bisa merebut podium lagi,” katanya.

Di tempat terpisah, juara bertahan dari Repsol Honda, Casey Stoner menilai Lorenzo dan Pedrosa sama-sama layak menjadi juara.

“Pertaru­ngan­nya sudah berjalan lama sekarang ini. Saya yakin itu menge­cewa­kan buat Pedrosa saat jatuh di Misano, tapi kondisi yang sama terjadi dengan Lorenzo di Assen,” sahut Stoner mengo­mentari persaingan duo rider Spanyol tersebut.

Dengan hanya meninggalkan dua balapan tersisa musim ini, peluang kedua pebalap Spanyol tersebut jadi juara dunia masih terbuka lebar.  Jika Lorenzo berhasil finish di urutan pertama pada MotoGP Australia mendatang, maka pebalap Yamaha ini akan memastika jadi Juara Dunia musim ini. Tapi, jika pebalap 25 tahun itu gagal finish, otomatis Pedrosa akan menyalip di posisi teratas.

“Yang benar-benar terbaiklah yang akan menang. Mereka berdua telah memenangkan jumlah balapan yang sama saat ini.” katanya.   [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

UPDATE

Andrie Yunus Binaan Soleman Ponto

Senin, 23 Maret 2026 | 04:10

Yaqut Berpeluang Pengaruhi Saksi saat Jadi Tahanan Rumah

Senin, 23 Maret 2026 | 04:06

Ada Skenario Guncang Prabowo Lewat Dana George Soros

Senin, 23 Maret 2026 | 03:49

Pimpinan KPK Didesak Buka Suara soal Tekanan Politik terkait Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 03:13

Prabowo Telepon Erdogan-MBS saat Idulfitri

Senin, 23 Maret 2026 | 03:05

Yaqut Jadi Tahanan Rumah Benar Secara Aturan, tapi Cederai Rasa Keadilan

Senin, 23 Maret 2026 | 02:18

Kaum Flagelata dan Ekstremisme Religius di Tengah Krisis Abad Pertengahan Eropa

Senin, 23 Maret 2026 | 02:08

Alasan KPK soal Pengalihan Penahanan Yaqut Janggal

Senin, 23 Maret 2026 | 02:00

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Sahroni Kritik Polisi Slow Response Tanggapi Laporan Warga

Senin, 23 Maret 2026 | 01:22

Selengkapnya