Berita

Steven Gerrard

Olahraga

Diouf Sebut Gerrard Diktator

Gerrard Luncurkan Buku Otobiografi
MINGGU, 21 OKTOBER 2012 | 08:15 WIB

Bekas pemain Liverpool yang kini membela Leeds United, El-Hadji Diouf gerah membaca pernyataan Steven Gerrard dalam buku otobiografinya yang berjudul My Liverpool Story.

Diouf pernah bersama-sama Gerrard membela Liverpool selama tiga musim, sebelum hengkang ke Bolton Wanderers pada 2005. Dalam buku tersebut Gerrard mengatakan, Diouf adalah pemain yang tidak memiliki hati untuk Liverpool.

“Saya bukan fans nomor satu Diouf. Berada lama di Melwood dan Anfield, saya tahu mana pemain yang lapar dan mana pemain yang memiliki hati di Liverpool. Diouf hanya peduli pada dirinya sendiri,” tulis Gerrard dalam bukunya itu.

Setelah bersabar, Diouf akhirnya membalas serangan Gerrard. Diouf balik menuding Gerrard dan menyebut Gerrard bukanlah sosok yang disenangi skuad Liverpool.

Menurutnya, pemain Timnas Inggris itu kerap bersikap  diktator di klub Merseyside tersebut. “Apa yang dia katakan hanya menguntungkan dirinya saja. Yang saya pentingkan adalah timnas Senegal, saya berhasil membawa mereka ke perempat-final Piala Dunia 2002,” ujar Diouf pada L’Equipe.

Diouf pun tambah semangat dan mengatakan, “Saya berada di 100 pemain abad ini pilihan Pele, bukan dia. Saya menghormatinya sebagai pemain sepakbola, tapi tidak ada yang lebih egois dari pada dirinya.”

Karier Diouf di Inggris memang tidak mulus. Terus berpindah dari Sunderland, Blackburn, Rangers, Donchaster dan sekarang Leeds, pemain 31 tahun itu terus terganjal kasus indispliner.

Diakuinya, selama di Liverpool, dia menyandang status bad-boy, namun ia  sudah menyesali  pernah melakukan kesalahan di masa lalu. [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

UPDATE

Andrie Yunus Binaan Soleman Ponto

Senin, 23 Maret 2026 | 04:10

Yaqut Berpeluang Pengaruhi Saksi saat Jadi Tahanan Rumah

Senin, 23 Maret 2026 | 04:06

Ada Skenario Guncang Prabowo Lewat Dana George Soros

Senin, 23 Maret 2026 | 03:49

Pimpinan KPK Didesak Buka Suara soal Tekanan Politik terkait Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 03:13

Prabowo Telepon Erdogan-MBS saat Idulfitri

Senin, 23 Maret 2026 | 03:05

Yaqut Jadi Tahanan Rumah Benar Secara Aturan, tapi Cederai Rasa Keadilan

Senin, 23 Maret 2026 | 02:18

Kaum Flagelata dan Ekstremisme Religius di Tengah Krisis Abad Pertengahan Eropa

Senin, 23 Maret 2026 | 02:08

Alasan KPK soal Pengalihan Penahanan Yaqut Janggal

Senin, 23 Maret 2026 | 02:00

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Sahroni Kritik Polisi Slow Response Tanggapi Laporan Warga

Senin, 23 Maret 2026 | 01:22

Selengkapnya