Berita

ilustrasi/ist

Kesehatan

Peredaran Obat Ilegal Didominasi Obat Seks

Payah, Pengawasan BPOM Masih Lemah
MINGGU, 21 OKTOBER 2012 | 08:06 WIB

.Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) belum maksimal menangkal sindikat peredaran obat ilegal di pasar.  Peredaran obat ilegal  kian marak dan didominasi oleh obat seks.

Sebanyak, 66 jenis obat ter­diri dari 40 jenis produk ilegal senilai Rp 150 juta kembali di­sita. Per­edaran obat ilegal ini di­dominasi  obat seks, seperti dis­fungsi erek­si, empat jenis pe­rang­sang wani­ta/female libido drugs, empat jenis anestesi lokal.

Selanjutnya delapan jenis obat tradisional penurun berat badan dan dua jenis suplemen makanan ilegal. Serta sembilan jenis pro­duk kategori lainnya, yang bisa mem­bahayakan ke­sehatan sam­pai pada kematian.

Obat pelangsing misalnya, ter­dapat bahan kimia yang dila­rang. Jika dimakan, efek sam­ping yang muncul adalah jan­tung ber­debar, gangguan ginjal, k­e­jang, insom­nia dan sebagai­nya.

Kepala BPOM Lucky S Slamet mengatakan, maraknya per­edar­an obat ilegal menjadi an­caman serius bagi kesehatan dan kese­lamatan masyarakat.

“Masyarakat diminta untuk le­bih waspada terhadap produk obat-obatan ilegal di pasar. Obat tersebut bisa mengancam kese­lamatan jiwa,” warning Lucky dalam jumpa pers soal ‘Hasil Operasi Pangea V Soal Pembe­rantasan Obat dan Ma­kanan Ilegal’ di Gedung BPOM, Ja­karta, Senin (8/10).

Dia mengatakan, praktik pen­ju­alan obat ilegal yang paling ma­rak dilakukan saat ini melalui ja­ringan internet. Penjualan obat ini lebih didominasi oleh obat seks.

”BPOM masih menelusuri lo­kasi dan produk obat-obat ter­sebut. Peredaran obat tersebut kebanyakan dari produk China yang ramai didagangkan via internet,” katanya.

BPOM pun me-warning pela­ku usaha bidang farmasi agar mentaati peraturan per­undang-undangan yang berlaku dalam memasarkan obat-obatan.

BPOM juga minta masyarakat jika  me­ne­mukan peredaran obat ilegal yang dilakukan pelaku usa­ha farmasi, baik konvesional dan online, segera dilaporkan.

“Obat yang dijual secara online selama ini mayoritas terbukti pal­­su. Kandungan zat aktifnya diku­rangi, dicampur dengan zat te­pung dan itu membahayakan ke­sehatan,” jelas Lucky.

Berdasarkan hasil penyelidik­an Food and Drug Administra­tion (FDA) di Amerika Serikat, su­p­lemen makanan yang dijual un­tuk mengatasi disfungsi ereksi me­ngandung sildenafil, kan­dungan aktif dalam Viagra yang bisa menyebabkan kebutaan hingga penyakit jantung.

Sementara obat-obatan lain yang dijual online mengandung bahan obat berbeda, seperti an­tibiotika metronidazole dan obat kesuburan clomiphene. Meski­pun mengan­dung bahan aktif yang memang sesuai, obat dis­fungsi ereksi tidak diberikan da­lam dosis tepat.

Direktur Utama Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Fakultas Kedokteran Universitas Indo­nesia (RSCM-FKUI) Dr Akmal Taher menyatakan, mahalnya harga obat yang dijual di pasar diduga turut andil dalam ber­edaran obat palsu.

 â€Obat ilegal bisa memiliki kan­dungan zat aktif farmasi atau me­miliki dosis zat aktif yang salah, sehingga tak mem­be­rikan man­faat lebih pada tubuh,” cetus Akmal.

Masyarakat sebagai konsu­men, diminta untuk berhati-hati dalam membeli obat. “Cara ter­baik bagi konsumen untuk men­dapatkan akses obat asli, yakni membeli obat sesuai resep di apotek dan dokter. Buat apa beli obat murah, tapi membahayakan kesehatan,” kata Akmal. [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Setelah 19 Kapolda Berganti, Apa yang Berubah bagi Masyarakat?

Selasa, 06 Oktober 2026 | 06:19

King Indo Sah Jadi Raja ASEAN Usai Geprek Thailand 4-2

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:54

Jika Gugatan Denny Indrayana Cs Diterima MK Tak Otomatis Gibran Lengser

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:33

Ada Beking Politik, Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Jaksinema Bakal Jadi Mesin Baru Ekonomi Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:55

Bonus Timnas Indonesia Diatur Ketum PSSI

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:38

Nasib Gibran di Tangan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:19

Tak Mudah Pecat Gibran Meski Gugatan Denny Indrayana Cs Dikabulkan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:28

Festival Indonesia 2026 Perkuat Diplomasi Budaya Jakarta-Seoul

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:03

Jakarta Butuh Regulasi Parkir Valet

Selasa, 06 Oktober 2026 | 02:23

Selengkapnya