Berita

ilustrasi/ist

Kesehatan

Awas, Penjualan Obat Lewat Internet Banyak Aspal

MINGGU, 21 OKTOBER 2012 | 08:03 WIB

.Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan dan menutup 83 sindikat pen­jualan obat palsu lewat web­site/internet. Pelaksanaan ope­rasi dan pe­meriksaan di­la­ku­kan me­lalui empat sarana dis­tri­busi, yaitu tiga sarana di wila­yah Pro­vinsi DKI Jakarta dan satu sa­rana di Pro­vinsi Yog­yakarta.

 Kepala BPOM Lucky S Sla­met mengungkapkan, jumlah situs peredaran obat ilegal jauh lebih banyak di­banding tahun lalu. Dari operasi pangea IV pada 2011, BPOM berhasil meng­iden­tifikasi sebanyak 30 web­site yang mempromosikan obat ilegal.

“Dalam situs tersebut telah teridentifikasi menawarkan dan memasarkan produk obat ilegal termasuk, obat-obat yang dila­rang dijual,” jelas Lucky.

Atas hasil ini, pihaknya me­nga­jukan usulan kepada Ke­men­terian Komunikasi dan In­for­ma­tika (Kemenkominfo) untuk se­gera memblokit web­site tersebut.

“Bahkan, sebagai tindak lanjut dari hasil operasi tersebut, dua orang pelaku yang memasarkan produk obat ilegal secara online telah ditahan di Bareskrim Polri dan telah dilakukan penyitaan terhadap seluruh barang bukti un­tuk selanjutnya diproses pro-justitia,” ungkapnya.

Adapun modusnya, kata Lucky, mirip model usaha Mul­tilevel Marketing (MLM). Sete­lah itu, pembeli akan diberikan contoh-contoh obat lewat web­site. Obat tersebut tidak satu pun  yang terdaftar di BPOM.

Dia menegaskan, penertiban obat ilegal ini telah diko­or­di­na­sikan oleh International Cri­minal Police Organization (ICPO)-In­terpol yang diberi sandi Opera­si Pangea, yaitu suatu aksi in­ter­nasional yang dilakukan da­lam satu minggu dengan sasar­an pen­jualan produk obat palsu dan ile­gal secara online.

“Kami mengimbau ma­sya­rakat untuk tidak memanfaatkan situs-situs yang menjual obat ilegal dan palsu,” imbaunya.

Operasi obat ini dilakukan bersama pihak Kepolisian, Ke­jaksaan Agung, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dan Direktorat Jenderal Bea Cukai. Diharapkan, praktik penjualan obat ini bisa dihindari demi menjaga ke­se­hatan. [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

UPDATE

Lurah Cengkareng Barat Dilaporkan ke Polisi Buntut Putusan KIP

Minggu, 10 Mei 2026 | 21:36

Menteri Pigai Sebut Penyelesaian Konflik Papua Butuh Keputusan Nasional

Minggu, 10 Mei 2026 | 21:25

Prabowo Diminta Segera Bentuk Satgas Penyelundupan BBL

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:56

Segera Dibentuk Satgas Anti-Kekerasan Pesantren

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:35

Tata Kelola SDA Era Prabowo Disebut Berpihak ke Rakyat

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:10

Ribuan Bobotoh Turun ke Jalan, Purwakarta Berubah Jadi Lautan Biru

Minggu, 10 Mei 2026 | 19:42

Lonjakan Gila Minyakita Rapor Merah Zulkifli Hasan

Minggu, 10 Mei 2026 | 19:12

PKS Ingin Cetak Pemimpin Berbasis Iman, Bukan Sekadar Kejar Kursi

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:32

Dalam Lindungan Aktor Digital

Minggu, 10 Mei 2026 | 17:59

BNI dan Kementerian PKP Sosialisasi Kresit Perumahan di Brebes

Minggu, 10 Mei 2026 | 17:34

Selengkapnya