Berita

Fernando Alonso

Olahraga

Alonso Terbiasa Jadi Pemburu

Formula Satu
RABU, 17 OKTOBER 2012 | 09:44 WIB

Dikudeta pebalap Red Bull Sebastian Vettel dari puncak klasemen sementara tidak membuat pebalap Ferrari Fernando Alonso panik. Alonso mengaku sudah terbiasa berada dalam posisi perburuan gelar yang ketat.

Sebelumnya, pebalap beru­sia 31 tahun ini memimpin kla­semen sejak pertengahan musim ini. Namun posisinya berhasil di­gusur Vettel pada Grand Prix Ko­rea, akhir pekan lalu, (Minggu, 14/10).

Kini, Vettel di posisi pertama de­ngan nilai 215 atau unggul enam poin dari Alonso.  Kendati demikian, keadaan tersebut tidak membuat pebalap asal Spanyol ini frustrasi. Bahkan, dia berte­kad untuk bertarung mati-matian untuk merebut gelar juara dari Vet­tel yang sudah dua musim ber­­turut-turut diraihnya.

“Itu bukan sesuatu yang baru. Dalam lima tahun terakhir, karier saya selalu berjalan seperti ini. Saya baik, saya percaya diri dan akan memanfaatkan situasi ini. Kami selalu mencapai batas, tapi kami nyaman dalam kondisi seperti ini,” kata Alonso seperti dilansir Crash.

Setelah balapan di Korea, ba­la­pan jet darat ini akan berlanjut di GP India, GP Abu Dhabi, GP Amerika dan terakhir di Brasil. Menanggapi empat sirkuit itu, Alonso yakin mobil Kuda Jing­krak julukan Ferrari bisa bersa­ing dengan Red Bull.

“Kami akan menampilkan per­forma mobil dengan maksimal ketika dalam tekanan, seperti yang saya katakan masih ada em­pat balapan lagi. Di beberapa lin­tasan itu kami lebih kompetitif dan masih ada kemungkinan buat kami untuk bertarung mempere­butkan gelar juara,” tandasnya.

Terlepas dari posisinya yang kini tertinggal dari Vettel, Alonso mengaku puas dengan performa Ferrari miliknya karena sejak GP Eropa tunggangan miliknya be­lum mengalami pengembangan. Ter­cecernya dia kini dibanding Vet­tel juga lebih disebabkan kega­ga­lan finis di Belgia dan Jepang.

“Kami tidak memiliki sesuatu yang baru dalam enam atau tujuh balapan terakhir, jadi kami mela­kukan apa yang bisa kami laku­kan saat ini untuk menyimpan poin, dan saya pikir kami sudah melakukannya dengan sempurna di hari Minggu kemarin,” katanya.

Di tempat terpisah, tim McLa­ren menyatakan, tidak mau me­nyerah dalam perebutan gelar ju­ara konstruktor. Tim asal Inggris ini optimistis bisa bersaing de­ngan Red Bull dan Ferrari dalam perebutan gelar juara konstruktor.

McLaren terinspirasi penam­pi­lan Lewis Hamilton di Grand Prix Korea. Meski mobilnya me­ngalami masalah, Hamilton tetap berusaha keras untuk finis. Ha­silnya, pebalap asal Inggris itu ber­hasil mengoleksi satu poin.

Dengan demikian, pencapaian itu membuat Hamilton tertinggal 62 poin dari Vettel di klasemen pe­balap. Sedangkan McLaren, seka­rang tertinggal 84 poin dari Red Bull pada klasemen konstruktor.

Seperti diberitakan sebelum­nya, Hamilton sudah menyerah da­lam perebutan gelar juara pe­balap. Namun, CEO McLaren, Mar­tin Whitmarsh menegaskan timnya belum melempar handuk dalam perburuan gelar juara kon­struktor.

“Seperti yang dilakukan Ha­mil­ton tidak menyerah dalam ba­lapan di Korea, itu seharusnya men­jadi inspirasi tim. Kami akan bertarung pada empat balapan terakhir. Kami bisa memenangi balapan itu, kami bisa mencoba­nya,” tegas Whitmarsh.

Sementara itu, bekas juara du­nia tujuh kali saat bersama Fer­rari, Michael Schumacher mem­bantah rumor bahwa dirinya akan beralih ke dunia balap mo­tor setelah memutuskan pensiun dari ajang F1 untuk kedua kali­nya akhir musim ini.

Sejumlah spekulasi beredar mengenai masa depan Schumi. Salah satunya, peraih tujuh kali juara dunia F1 ini dirumorkan ingin berkarier di dunia balap mo­tor. Namun, rumor tersebut di­bantah. “Kabar itu omong ko­song. Saya selalu belajar dari pe­ngalaman, dan itu artinya saya ti­dak akan melakukan balap motor lagi, saya sudah melakukan hal itu,” ujar Schumi. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

UPDATE

Andrie Yunus Binaan Soleman Ponto

Senin, 23 Maret 2026 | 04:10

Yaqut Berpeluang Pengaruhi Saksi saat Jadi Tahanan Rumah

Senin, 23 Maret 2026 | 04:06

Ada Skenario Guncang Prabowo Lewat Dana George Soros

Senin, 23 Maret 2026 | 03:49

Pimpinan KPK Didesak Buka Suara soal Tekanan Politik terkait Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 03:13

Prabowo Telepon Erdogan-MBS saat Idulfitri

Senin, 23 Maret 2026 | 03:05

Yaqut Jadi Tahanan Rumah Benar Secara Aturan, tapi Cederai Rasa Keadilan

Senin, 23 Maret 2026 | 02:18

Kaum Flagelata dan Ekstremisme Religius di Tengah Krisis Abad Pertengahan Eropa

Senin, 23 Maret 2026 | 02:08

Alasan KPK soal Pengalihan Penahanan Yaqut Janggal

Senin, 23 Maret 2026 | 02:00

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Sahroni Kritik Polisi Slow Response Tanggapi Laporan Warga

Senin, 23 Maret 2026 | 01:22

Selengkapnya