Berita

ilustrasi, bipolar

Kesehatan

Rumah Sakit Harus Jadi Pusat Edukasi & Terapi Gangguan Jiwa

MINGGU, 07 OKTOBER 2012 | 08:05 WIB

Di tengah minimnya perhatian masyarakat terhadap sejumlah kasus gangguan kejiwaan bipo­lar, petugas medis  atau rumah sakit (RS) diharapkan bisa men­jadi pusat edukasi dan pusat te­rapi yang berkelanjutan bagi pa­sien akibat gangguan bipolar.

“Kami harap rumah sakit mam­pu memberikan pelayanan dasar terhadap pasien gangguan bipolar yang meliputi deteksi dini, kon­seling dan psikoedukasi, serta me­­lakukan rujukan kasus spe­si­alistik apabila diperlukan,” ujar dokter spesialis kejiwaan Fa­kul­tas Kedokteran Universitas In­do­nesia-Rumah Sakit Cipto Ma­ngunkusumo (FKUI-RSCM) Suryo Dharmono di Jakarta, Rabu (3/10).

Menurutnya, RS harus men­jadi pusat edukasi serta terapi yang berkelanjutan bagi pasien gang­guan jiwa, termasuk bipolar.

“Rehabilitasi pasien melalui pelayanan dasar sangat diper­lukan untuk menekan tingkat risiko kematian pada pasien bi­polar,” tegas Suryo.

Selain menjadi pusat edukasi, Suryo berharap, masyarakat bi­sa mendeteksi dini terhadap gejala gangguan jiwa tersebut. Hal itu penting guna menekan risiko bu­nuh akibat bilopar.

Kepala Departemen Psikiatri RSCM Ayu Agung Kusu­ma­war­dhani mengatakan, gangguan ke­jiwaan bipolar muncul umum­nya di usia 15 hingga 24 tahun. Se­ba­nyak 30 persen remaja yang depresi berujung menjadi bipolar.

“Depresi pada masa remaja harus hati-hati karena sekitar 30 persen bisa men­jadi bipolar,” warning Ayu.

Dikatakan, pemberian edukasi dan sosialisasi soal bahaya dari gangguan jiwa bi­polar sangat per­lu dilakukan, su­paya masyarakat bisa terhindar dari gangguan ter­sebut. “Tingkat kesada­ran mas­ya­rakat perlu ditingkatkan dan ru­mah sakit akan menjadi pusat edukasi dalam penanganan bipo­lar,” tandasnya. [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ini Pesan Denny Indrayana Jelang Putusan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:23

IHSG Melesat 1,21 Persen, Rupiah Jauhi Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:12

Menhaj Godok Kunjungan Wisata Jemaah Haji dan Umrah ke Yordania

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:11

Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:09

Penempatan Manajer Sesuai Karakter Wilayah Jadi Kunci Keberhasilan Kopdes

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:04

Komisi III DPR Dukung Perombakan Pejabat Polri untuk Regenerasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:58

Komoditas Pangan Jadi Penyumbang Utama Inflasi di Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:50

Ferry Juliantono Dorong Kolaborasi Kampus dan Pemda Kembangkan Koperasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:44

KPK Ingatkan Nusron Wahid soal Kewajiban Hadiri Panggilan Penyidik

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:40

Penampakan Tumpukan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:39

Selengkapnya