ilustrasi/ist
ilustrasi/ist
Warnig itu disampaikan KeÂtua Umum Pengurus Besar PerÂsaÂtuan Dokter Gigi Indonesia (PB-PDGI) Dr drg Zaura Rini AngÂgraeni di acaÂra media eduÂkasi tentang kesÂeÂhatan gigi di JaÂkarta, Rabu (5/9).
Dia mengungkapkan, pada gigi berlubang terdapat bakteri strepÂtococcus. Di mana, bakteri ini munÂcul karena kondisi gigi yang kotor, tidak disikat dengan bersih dan tidak dirawat dengan baik. Akibatnya, bakteri strepÂtococcus akan menggerogoti email gigi yang menyebabkan gigi berluÂbang dan menimbulkan infeksi pada daerah mulut dan gigi.
“Kuman ini bermula dari inÂfeksi gigi dan akan terbawa oleh pemÂbuluh darah, sehingga peÂnyeÂbaÂrannya sangat mudah dan memÂbahayakan bagi kesehatan. KareÂna kuman ini akan sangat mudah bercokol di jantung, terutama biÂla kondisi tubuh sedang dalam keÂadaan lemah,†terang Rini.
Selain itu, lanjut Rini, bakteri ini tidak hanya menyerang janÂtung, tetapi juga ginjal, paru-paÂru, lambung, bahkan akan memÂperparah kondisi gula darah paÂda penderita diabetes melitus.
“Gigi berlubang sangat berbaÂhaya bagi kesehatan, sehingga perlu peÂraÂwatan yang baik dan rutin,†ujar Rini.
Hasil penelitian Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) Oral Health Media Centre pada April 2012 mengungÂkapÂkan, sekitar 60-90 persen anak usia sekolah hingÂga orang dewasa di seluruh duÂnia, memiliki perÂmasalahan giÂgi berÂlubang.
“Semakin bertambah usia, maÂka semakin banyak pula jumlah gigi berlubang. Bahkan secara nasioÂnal, memperlihatkan 70-80 persen masyarakat Indonesia mengÂalami gigi berlubang,†jelas Rini.
Ketua Asosiasi Fakultas KeÂdokÂteran Gigi Indonesia (FKGI) Eky S Soeria Soemantri mengaÂtakan, selain penyakit jantung, gigi berlubang bisa menyeÂbabÂkan gangguan temporo mandiÂbular joint (TMJ) yakni, gangÂguan yang dapat menimbulkan migrain berat serta otot tegang dan pingÂgang terasa pegal.
“Penyakit ini diakibatkan kaÂrena longgarnya sendi pada raÂhang mulut (asimetris), karena saat mengunyah makanan hanya menggunakan satu sisi saja (kiri atau kanan). Gigi berlubang daÂpat menimbulkan berbagai peÂnyakit karena gusi adalah baÂgian paling rentan yang terkena damÂpaknya,†terang Eky.
Dikatakan Eky, gigi berlubang akan memicu kuman untuk maÂsuk ke dalam bagian gigi yang berÂlubang. Jika lubang sudah paÂrah dan dalam, dapat menyeÂbabÂkan infeksi pada gusi.
“Jika kuman sudah mengÂinÂfeksi gusi, maka kuman akan berÂperang dengan sel darah putih yang mencoba menutup luka. GuÂsi yang buruk bisa meÂnyeÂbabÂkan bengkak, bahkan kanker muÂÂlut jika tidak dirawat,†ujar Eky.
Selain itu, tambah Eky, infeksi gusi pada ibu hamil juga dapat membahayakan kesehatan janin dan sang ibu sendiri. Pasalnya, rasa sakit akibat infeksi gusi memÂbuat pola makan ibu hamil terganggu. Akibatnya, asupan gizi untuk janin otomatis berÂkurang. “Penyerapan kalsium ibu hamil akan terganggu dan akan memÂpengaruhi berat baÂdan sang bayi dalam perÂtumÂbuÂhan janin,†ujarnya.
Eky menjelaskan, infeksi pada gusi dan gigi yang tidak segera ditangani, bisa memicu penyakit lain pada ibu hamil. “Infeksi paÂda gigi dan gusi daÂpat merambah menjadi peÂnyaÂkit pada organ tubuh lainnya, seÂperti jantung, paru-paru, ginÂjal, dan lambung,†cetus Eky.
Untuk itu, Eky menyarankan agar kondisi gigi selalu dijaga keÂsehatannya dengan baik deÂngan melakukan kontrol dan rajin sikat gigi.
“Menjaga kebersihan gigi dan mulut harus diterapkan sejak dini dengan rajin meÂmeÂrikÂsakan gigi dan mulut secara ruÂtin ke dokter,†imbau Eky. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Senin, 23 Maret 2026 | 01:38
Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08
Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03
Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50
Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12
Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43
Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15
UPDATE
Sabtu, 28 Maret 2026 | 13:53
Sabtu, 28 Maret 2026 | 13:38
Sabtu, 28 Maret 2026 | 12:53
Sabtu, 28 Maret 2026 | 12:17
Sabtu, 28 Maret 2026 | 11:53
Sabtu, 28 Maret 2026 | 11:24
Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:52
Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:40
Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:28
Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:12