ilustrasi/ist
ilustrasi/ist
Apakah setiap pasien diabetes mesti memantau kadar gula darahÂnya sendiri setiap hari? Apakah pemeriksaan gula darah di laboraÂtorium saja tidak cukup? PerÂtaÂnyaan ini sering ditanyakan pasien maupun keluarga pasien diabetes dalam beberapa tahun terakhir ini.
Padahal, melakukan tes darah manÂÂdiri sebenarnya tidaklah maÂsalah. Justru hal itu dinilai penÂÂting, mengingat penÂderita mampu meÂngontrol sendiri sebeÂraÂpa jauh kaÂdar gula dalam darahnya.
Namun, hal itu sering tidak diÂpahami penderita. Pasalnya, ada beberapa faktor yang mengÂhaÂlangi mereka melaÂkukan tes gula darah mandiri. Faktor-faktor terÂsebut anÂtara lain kuÂrangnya keÂsadaran meÂmantau gula darah mandiri, hamÂbatan biaya, cara pemakaian, peÂngetaÂhuan dalam interpretasi hasil tes dan pengÂgunaan alat yang tak akurat yang bisa menyesatkan pengguna.
Kepala Bagian Patologi Klinik Rumah Sakit Dharmais Agus S Kosasih mengemukakan, ada dua jenis tes untuk mengetahui konÂdisi metabolisme gula darah paÂsien, yaitu pengukuran HemoÂgloÂbin A1c (HbA1c) dan penguÂkuÂran kadar gula darah itu sendiri.
Tes A1c adalah tes laboÂraÂtoÂrium yang sering dilakukan untuk mengukur kondisi metabolisme gula darah secara umum, dalam dua hingga tiga bulan terakhir.
“Pemeriksaan A1c merupakan cara yang digunakan untuk meÂnilai efek perubahan terapi 8-12 minggu sebelumnya,†kata Agus dalam seminar media yang berÂsama PT Roche Indonesia di JaÂkarta, Selasa (24/7).
Tes ini tidak dapat digunakan untuk menilai hasil pengobatan jangka pendek. Pemeriksaan A1c dianjurkan dilakukan setiap tiga bulan, minimal dua kali dalam setahun.
A1c merupakan tes terdepan bagi pasien diabetes dan dokter yang merawatnya, untuk mengeÂtahui seberapa baik rencana perÂaÂwatan pasien bekerja, dari waktu ke waktu. Rekomendasi PerÂkumÂpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI) pada 2011 meÂnyaÂtaÂkan, A1c pasien diabetes seÂbaikÂnya tidak melebihi angka tujuh persen.
Karena kepraktisannya, aktiÂvitas pemantauan gula darah manÂdiri, atau yang sering dikenal sebutan Self Monitoring Blood Glucose (SMBG) membantu paÂsien diabetes, mengelola tren gula darahnya sehari-hari di rumah.
Tes gula darah mandiri mengÂgunakan glukosa meter juga membantu dokter yang merÂaÂwatnya, menganalisa pola peleÂpasan hormon insulin dalam tuÂbuh, setelah melihat fluktuasi gula darah harian pasien.
“Dari situ, dokter lebih mudah dalam menetapkan pola peÂngoÂbatan yang tepat buat pasien, seÂperti pemilihan obat, penyesuaian doÂsis obat, pengaturan pola maÂkan dan jenis olahraga yang dianÂjurkan. Walaupun demikian, peran glukosa meter tetap tidak mengÂgantikan fungsi pemeÂrikÂsaan gula darah di laboratorium,†jelas Agus.
Secara etika, hasil tes glukosa meter tidak boleh dijadikan dasar untuk menegakkan diagnosa, yakni penetapan untuk pertama kali apakah seseorang dikatakan terkena diabetes atau tidak.
Peran glukosa meter hanya sebatas monitoring untuk pasien diabetes, merawat agar gula darah penderita tetap terkontrol dalam batas idealnya. Batas ideal kadar gula darah seseorang, sesuai rekomendasi PERKENI 2011 adalah 100 miligram per deciliter (mg/dL) untuk gula darah puasa dan 140 mg per dL untuk gula darah sesudah makan.
Peningkatan prevalensi diaÂbetes, menggambarkan penÂtingÂnya maÂnajemen penyakit yang tepat, melalui keberhasilan peÂngenÂdalian kadar gula darah. “Kedua jenis tes ini penting untuk dilakuÂkan oleh pasien diabetes karena keduanya saling melengÂkapi dalam proses perawatan diabetes.
Tes gula darah mandiri meÂmungÂkinkan pasien dan dokÂter untuk mendeteksi kapan dan oleh sebab apa pasien mengalami kadar gula darah tinggi (hiperÂglikemia) atau rendah (hipoÂglikemia),†papar Agus. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Senin, 23 Maret 2026 | 01:38
Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08
Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03
Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50
Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12
Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43
Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15
UPDATE
Sabtu, 28 Maret 2026 | 13:53
Sabtu, 28 Maret 2026 | 13:38
Sabtu, 28 Maret 2026 | 12:53
Sabtu, 28 Maret 2026 | 12:17
Sabtu, 28 Maret 2026 | 11:53
Sabtu, 28 Maret 2026 | 11:24
Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:52
Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:40
Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:28
Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:12