Berita

ilustrasi/ist

Kesehatan

Ibu Hamil Positif HIV/AIDS Kerap Telat Minum Obat ARV

JUMAT, 13 JULI 2012 | 08:15 WIB

RMOL.Ibu hamil yang positif terkena Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immuno Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) rentan menularkan virus tersebut pada bayinya. Namun, jika minum obat antiretroviral (ARV) sejak dini, risiko bayi yang dilahirkan terinfeksi virus HIV/AIDS bisa diminimalisir.

Penelitian membuktikan bah­wa ibu hamil positif HIV berisiko menularkan virus ke­pada bayi yang dikandungnya se­kitar 35 persen. Risiko tersebut terdiri dari risiko selama ke­ha­milan tu­juh persen, pada waktu pen­da­rahan saat per­salinan 15 persen, serta dari air susu ibu 13 persen.

Hasil penelitian tersebut di­sam­paikan Kelompok Studi Khu­sus (Pokdisus) AIDS Fakultas Kedokteran Universitas In­do­nesia Rumah Sakit Cipto Ma­ngun­kusumo (FKUI RSCM) Samsuridjal Djauzi. Menurutnya, pencegahan penularan HIV dari ibu hamil ke bayi dapat dilakukan lewat tiga cara.

Pertama, ibu hamil harus mi­num obat antiretroviral (ARV). Kedua, menjalani proses per­sa­linan melalui operasi caesar dan ketiga, pemberian susu buatan. “Setidaknya, ketiga faktor ter­sebut bisa mengurangi risiko ter­infeksi HIV/AIDS sebesar 35 per­sen menjadi tinggal satu per­sen saja. Bayi yang lahir hampir tidak tertular lagi,” katanya dalam acara Seminar Media dengan tema “Upaya Pencegahan dan Pe­meriksaan Kasus HIV Perlu Diga­lakkan”, di Jakarta, Sabtu (30/6).

Umumnya, limfosit (sel darah putih) bayi yang baru lahir dapat mencapai 3.000 per milimeter (ml) dan akan mengalami penu­runan seiring bertambah umur­nya dan jika be­r­anjak dewasa, jum­lahnya men­jadi sekitar 410-1500 per ml.

Lebih jauh Samsuridjal me­nya­rankan, setiap wanita yang me­rencanakan kehamilan untuk terlebih dahulu menjalani peme­riksaan tes hepatitis B, HIV, dan beberapa tes lainnya. Jika se­makin dini terdeteksi, risiko pe­nularan virus HIV ke bayi dapat ditekan seminimal mungkin. Menurut dia, ibu hamil yang minum ARV dalam jangka waktu lama, jumlah virus dalam tu­buh­nya dapat ditekan serendah mung­kin, sehingga risiko penularan melalui kelahiran dan air susu ibu dapat menurun tajam.

Itulah sebabnya di negara-negara Afrika yang menggunakan ARV telah berjalan baik, tidak diperlukan operasi. Bayi yang lahir dapat tetap diberi susu eksklusif. “Dari pengalaman se­lama saya berpraktik, keba­nya­kan ibu hamil datang ke rumah sakit sudah hamil besar. Bahkan, ada yang datang ketika mau melahirkan sehingga kesempatan untuk menggunakan ARV men­jadi amat pendek,” imbuhnya.

Menurut Samsuridjal, jika seseorang menggunakan obat ARV dengan teratur dan baik, maka dalam dalam kurun waktu enam bulan jumlah HIV dalam darah menurun bahkan tidak dapat terdeteksi.

Di RSCM, katanya, setiap tahun dilakukan pertolongan 60-70 ibu hamil yang HIV positif. Hasilnya pun memuaskan. Dia menambahkan, menurut pene­litian di Departemen Ilmu Ke­se­hatan Anak RSCM, hanya sekitar empat persen bayi yang terinfeksi HIV dari ibu hamil yang men­jalani upaya pencegahan.

Cluster of Differentiation 4 (CD4) pada orang dengan sistem ke­kebalan yang menurun, men­jadi penanda yang sangat penting, karena berku­rang­nya nilai CD4 dalam tubuh menunjukkan, ber­kurangnya sel darah putih atau limfosit yang se­ha­rusnya berperan dalam meme­ra­ngi infeksi yang masuk ke tubuh.

Pemeriksaan CD4 sangat ber­gu­na untuk membandingkan ke­majuan dalam pemeriksaan HIV, sebelum dan sesudah pengo­batan. Hal ini biasanya dila­kukan se­cara teratur tiap tiga bu­lan sekali.

Namun, sayangnya pe­me­rik­saan CD4 masih terbatas di kota-kota besar. Untuk itu, diperlukan suatu teknologi yang tepat guna, sederhana tetapi akurasinya ting­gi. Dengan cepat terdeteksinya pe­nurunan jumlah CD4, maka tin­dakan pemeriksaan lebih lan­jut melalui (viral load) pun dapat se­g­era dilakukan, sehingga dapat se­gera dilakukan penanganan yang akan meningkatkan harapan hidup penderita HIV/AIDS. [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR Khawatir Pekerjaan Debt Collector jadi Ilegal, Ini Sebabnya

Minggu, 23 Agustus 2026 | 01:43

Keripik Pisang Lokal Besutan Rumah BUMN BRI Tembus Malaysia dan Hong Kong

Minggu, 23 Agustus 2026 | 01:19

Menlu China Mesra dengan Luhut, Sejumlah Tawaran Kerja Sama Mengalir

Minggu, 23 Agustus 2026 | 00:54

Program Gerakan “Warga Peduli Warga” Jaringan Aktivis 98 Berlanjut di Lampung

Minggu, 23 Agustus 2026 | 00:28

Sejumlah Elemen Mahasiswa Ogah Ikut Demo AMPB 27 Agustus, Ini Sebabnya

Minggu, 23 Agustus 2026 | 00:10

Ribuan Warga Meriahkan Panggung Rakyat Merdeka PANsar Murah di Kendal

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:50

BRI Raih Tiga Penghargaan Bergengsi Alpha Southeast Asia 2026

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:28

DPR Tekankan Penguatan Pengendalian Lingkungan untuk Hentikan Karhutla

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:58

YLBHI Dorong Bareskrim Usut Perwira Diduga Terlibat Penipuan Investasi Tambang Emas

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:14

Pikat Pembeli dari Singapura hingga Belanda, Produk UMKM Asal Sumut Berdaya Bersama BRI

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:55

Selengkapnya