ilustrasi/ist
ilustrasi/ist
RMOL.Tingkat konsumsi susu masyarakat Indonesia masih minim. Bahkan dibandingkan negara Asia lainnya, Indonesia masih tertinggal atau menempati urutan keenam dari negara tetangga.
Pencanangan Hari Susu Nasional setiap 1 Juni, menurut Guru Besar Fakultas Ekologi Manusia InstiÂtut Pertanian Bogor (IPB) Ali Khomsan, harus dijaÂdikan momentum untuk meÂningkatkan konsumsi susu di Indonesia.
Menurut dia, penyebab renÂdahÂnya konsumsi susu dikareÂnakan minimnya daya beli masÂyarakat dalam membeli susu kaÂrena diÂnilai cukup mahal.
“Diharapkan produsen susu yang ada di Indonesia bisa memÂÂberikan produk susu deÂngan harÂga yang terjangkau baÂgi maÂsyaÂrakat Indonesia,†haÂrap Ali dalam acara temu media dan diskusi keÂseÂhatan di JakarÂta, Sabtu (27/6).
Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tahun 2011 menunÂjukkan bahwa rata-rata konÂsumÂsi susu orang Indonesia haÂnya dua sendok makan (sdm) per hari atau sekitar 42,44 miÂliliter (ml).
“Kondisi ini sangat miris dan harus segera dibenahi. Jika tidak, tingkat kesehatan masyarakat biÂsa terganggu, khususnya akan berdampak bagi pertumbuhan anak-anak,†terangnya.
Sementara untuk tingkat konÂsumsi susu pada anak-anak, Ali melihat sudah mengalami peÂningÂÂkatan meskipun dalam hiÂtungan tetes. â€Dari 15 tetes, seÂkarang sudah 30 tetes per hari dan itu peningkatan yang cukup baik,†katanya.
Ali mengatakan, lima tahun lalu konsumsi susu masyaÂraÂkat Indonesia baru delapan liter per kapita per tahun. KonÂsumsi suÂsu masyarakat InÂdoÂnesia tahun lalu sudah tercatat sebesar 11,84 liter per kapita per tahun.
Jumlah ini pun jauh lebih kecil dibandingkan negara Asia lainÂnya yang unggul dalam konsumsi minum susu. Berdasarkan data Kementerian Pertanian (KeÂmenÂtan), tingkat konsumsi susu masÂyarakat di India per kapita tahun 2011 tercatat sebanyak 42,8 liter, Malaysia (22,1 liter), ThaiÂland (33,7 liter), Filipina (22,1 liter), Vietnam (12,1 liter) dan IndoÂneÂsia (11,9 liter).
“Di India setiap membuka kulÂkas pasti ada botol susu dua liter. Sementara Indonesia tiap memÂbuka kulkas, yang diteÂmuÂkan boÂtol kecap dan saus,†kata Ali.
Bahkan, tingkat konsumsi per kapita masyarakat Amerika terÂcatat 100 liter per kapita per taÂhun. Artinya, Indonesia maÂsih tertinggal jauh dari negara-negara lain di Asia. “Butuh wakÂtu lama untuk meÂnyuÂsul keterÂtinggalan ini,†curhatnya.
Oleh karena itu, pihaknya menÂdukung pemerintah dalam penÂcanangan Hari Susu Nasional seÂtiap tanggal 1 Juni. “Ini diÂlakuÂkan seÂbagai upaya sosialiÂsasi dan peÂnyuluhan agar masÂyaÂrakat InÂdoÂnesia tidak terlepas dari miÂnum susu,†ujarnya.
Selain itu, tingkat kesadaran minum susu bagi anak-anak, haÂrus terus ditingkatkan dengan memÂberikan edukasi dan sosiaÂliÂsasi. Ia berharap, produsen suÂsu yang ada di Indonesia bisa memÂbeÂrikan produk susu deÂngan harÂga terjangkau bagi masÂyÂaÂrakat Indonesia.
“Peran orang tua juga perlu secara aktif mengenalkan miÂnuÂman bernutrisi sejak dini, agar kegemaran minum susu menjadi bagian dari gaya hidup anak seÂtiap hari,†imbaunya.
Direktur Jenderal (Dirjen) PeÂngolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Kementerian Pertanian Prof Zaenal Bachrudin meÂnamÂbahkan, faktor utama yang jadi penyebab rendahnya konsumsi susu adalah tingginya harga suÂsu olahan, serta belum memÂbuÂdaÂyanya kebiasaan minum susu di kalangan masyarakat.
Dilihat dari jenis susu yang diÂkonsumsi, susu bubuk meruÂpaÂkan jenis yang paling banyak diÂkonsumsi, yakni mencapai 43,3 persen. Sedangkan bentuk Ultra High Temperature (UHT) 4,6 persen, susu steril 2,7 persen dan susu pasteurisasi 1,2 persen.
“Di negara maju susu segar lebih banyak dikonsumsi karena lebih banyak menganÂdung proÂtein aktif,†kata Zaenal.
KemenÂterian Pertanian telah meÂnyiaÂpÂkan roadmap guna meÂningkatkan angka produksi yang minim, sehingga bisa memenuhi kebutuhan susu masyarakat InÂdonesia dengan menggalakan program swasembada susu. CaÂraÂÂnya, deÂngan memperbaiki dan meningÂkatkan klaster sapi perah yang ada dalam meningkatkan proÂdukÂsi susu. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Senin, 23 Maret 2026 | 01:38
Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08
Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03
Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50
Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12
Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43
Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15
UPDATE
Sabtu, 28 Maret 2026 | 13:53
Sabtu, 28 Maret 2026 | 13:38
Sabtu, 28 Maret 2026 | 12:53
Sabtu, 28 Maret 2026 | 12:17
Sabtu, 28 Maret 2026 | 11:53
Sabtu, 28 Maret 2026 | 11:24
Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:52
Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:40
Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:28
Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:12