Berita

ilustrasi/ist

Kesehatan

Dapat Menjaga Daya Tubuh Anak Dari Penyakit

MINGGU, 08 JULI 2012 | 08:05 WIB

RMOL.Dokter spesialis anak Anna Tjandrajani mengatakan, kebu­tu­han nutrisi dan asupan gizi yang baik sangat dibutuhkan di masa pertumbuhan anak di usia bawah lima tahun (balita). Untuk itu, kandungan makronutrien dan mikronutrein dalam susu harus tetap terpenuhi.

“Nutrisi makronutrien dan mik­ronutrien mempunyai banyak manfaat. Termasuk meningkatkan daya tahan tubuh anak terhadap berbagai penyakit,” jelas dokter Anna Tjandrajani dalam acara temu media sekaligus diskusi kesehatan di Jakarta, Sabtu (27/6).

Anna mengungkapkan, risiko penyakit seperti diare, anemia, infeksi saluran pernapasan dapat diatasi dengan mengkonsumsi susu yang mengandung makro­nu­trien dan mikronutrien leng­kap.

“Susu memiliki banyak kandu­ngan makronutrien dan mikro­nu­trien. Kandungan utamanya di antaranya karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral seperti kalsiun dan magnesium,” ungkap dokter yang berpraktek di Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Dr Mintohardjo Jakarta ini.

Seperti diketahui, karbohidrat merupakan sumber penghasil ka­lori atau sumber energi utama da­lam tubuh yang dapat memper­baiki sel tubuh yang rusak, men­ajaga daya tahan tubuh dan mem­bantu pro­ses pembentukan otot.

Ketua Staf Medik Fungsional Anak Rumah Sakit Anak dan Bunda (RSAB) Harapan Kita ini juga mengingatkan, makronu­trien dan mikronutrien berperan penting untuk bahan bakar utama penghasil energi jaringan tubuh. Yakni, proses pembentukan sel dan bersama protein sebagai sa­rana pengangkutan lipid dalam darah. Keduanya juga berfungsi menjadi alat transportasi oksi­gen dan karbondioksida.

Mengkonsumsi makronutrien dan mikronutrien harus sesuai porsi tubuh. Sebab, jika konsum­sinya berlebih atau kurang, bisa menimbulkan penyakit tertentu. Jika berlebihan bisa menim­bul­kan penyakit degeneratif seperti obesitas, diabetes melitus, ate­rok­skelerosis, hipertensi, bah­kan keracunan.

Sebaliknya, kata Anna, jika kekurangan, akan memicu tim­bulnya penyakit defisiensi se­perti kurang vitamin A. Bahkan bisa menyebabkan xeropthalmia atau kurang mineral besi bisa me­nye­babkan anemia gizi besi.

“Tak hanya itu, pemenuhan nut­risi yang lengkap dalam tubuh dan tepat dapat mempengaruhi tumbuh dan aktifnya anak di masa golden age, yaitu uusia 1-3 tahun,” jelas Anna. [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

UPDATE

Lurah Cengkareng Barat Dilaporkan ke Polisi Buntut Putusan KIP

Minggu, 10 Mei 2026 | 21:36

Menteri Pigai Sebut Penyelesaian Konflik Papua Butuh Keputusan Nasional

Minggu, 10 Mei 2026 | 21:25

Prabowo Diminta Segera Bentuk Satgas Penyelundupan BBL

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:56

Segera Dibentuk Satgas Anti-Kekerasan Pesantren

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:35

Tata Kelola SDA Era Prabowo Disebut Berpihak ke Rakyat

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:10

Ribuan Bobotoh Turun ke Jalan, Purwakarta Berubah Jadi Lautan Biru

Minggu, 10 Mei 2026 | 19:42

Lonjakan Gila Minyakita Rapor Merah Zulkifli Hasan

Minggu, 10 Mei 2026 | 19:12

PKS Ingin Cetak Pemimpin Berbasis Iman, Bukan Sekadar Kejar Kursi

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:32

Dalam Lindungan Aktor Digital

Minggu, 10 Mei 2026 | 17:59

BNI dan Kementerian PKP Sosialisasi Kresit Perumahan di Brebes

Minggu, 10 Mei 2026 | 17:34

Selengkapnya