Berita

ilustrasi/ist

Kesehatan

Bayi Usia Enam Bulan Rawan Terkena Sembelit

Asupan ASI Kurang & Miskin Serat
JUMAT, 08 JUNI 2012 | 08:09 WIB

RMOL.Makanan pengganti Air Susu Ibu (ASI) bisa menyebabkan anak terkena konstipasi atau sembelit (sulit buang air besar). Hal itu dikarenakan kurangnya asupan serat dalam makanan pendamping ASI tersebut. Penyakit sembelit tidak hanya menyerang orang dewasa, anak di usia enam bulan ke atas juga bisa terkena.

Jika itu dibiarkan bisa me­nye­babkan nyeri pada usus, luka pa­da anus dan infeksi saluran ken­cing yang membuat anak men­jadi rewel. Sembelit meru­pakan pe­nyakit perut yang me­nyerang sis­tem pencernaan pada bagian usus lantaran kurangnya ma­ka­n­an ber­serat tinggi dan air mi­neral se­hingga sistem kerja usus men­jadi terganggu.

DR Eva Jeumpa Soelaeman dari RS Harapan Kita menga­takan, perubahan pola makan, per­­gantian ASI eksklusif ke ma­kanan pengganti umum men­jadi penyebab anak terkena sem­belit.

Dalam diskusi  ber­tema “Be­bas­kan Anak Anda dari Konstipasi dengan Probiotik Lac­tobacillus Reuteri di Jakarta, Rabu (30/5), Eva mengatakan, ada dua pe­nyebab anak terkena sembelit. Pertama, adanya kelainan fung­sional dan organik.

“Apabila sembelit terjadi terus menerus, itu artinya ada kelainan pada usus, anus, maupun saraf usus. Jika itu yang terjadi, anak menderita kelainan organik dan harus segera diobati,” jelasnya.

Selain itu, lanjut dia, sembelit ju­ga  disebabkan adanya kelainan fungsional. Seperti perubahan po­la makan, diet kurang serat, bak­teri dalam usus yang tidak se­imbang, posisi buang air besar (BAB) yang salah, motilitas usus terganggu sampai obat-obatan.

“Yang sering terjadi pada anak biasanya akibat perubahan pola ma­kan. Pergantian ASI eksklusif ke makanan pengganti ASI di­nilai tidak mengandung cukup serat se­hingga pencernaan anak sulit beradaptasi,” imbuhnya.

Menurut Eva, penyakit sembe­lit sangat berbahaya bagi per­tum­buhan anak. Jika dibiarkan bisa menyebabkan nyeri dan lu­ka pa­da anus. Bahkan, penyakit ini bisa membuat anak trauma buang air besar dan lebih memi­lih mena­hannya.

“Bahaya lainnya, anak bisa terkena infeksi saluran kencing, suka mengompol dan cepirit tan­­pa terasa karena tekanan kotoran yang membusuk dalam perut, keluarnya sebagian atau seluruh dinding rektum sampai berbagai sindrom penyakit lain seperti feses yang mengandung lemak,” terang Eva.

Staf Departemen Ilmu Gizi Fa­kultas Kedokteran Universi­tas Indonesia (FK-UI) RSCM dr Sri Sukmaniah mengatakan, asupan ASI dapat mencegah terkena sem­belit  pada anak.

“Dalam kandungan ASI ter­dapat probiotik yang dapat mem­beri perlindungan pada saluran cerna anak untuk terhin­dar ter­kena sembelit. Setiap probiotik memiliki fungsi sen­diri, na­mun secara umum pro­biotik yang ter­kandung pada ASI mem­beri per­lindungan pa­da saluran cerna bayi dari pat0­hogen yang berasal dari maka­nan dan ling­kungan,” ujar Sri

Sri mengatakan, salah satu pro­biotik yang terkandung dalam ASI adalah lactobacillus reuteri. Menu­rut sebuah penelitian ten­tang pro­biotik pada 2010, kata Sri, lactobacillus reuteri dapat me­nu­runkan risiko konstipasi fungsio­nal pada bayi dengan mening­katkan freku­en­si buang air besar.

“Probiotik lactobacillus reuteri menfermentasi karbohidrat yang tidak tercerna dalam usus besar dengan menghasilkan suasana asam yang dapat memperbaiki motilitas (daya gerak) usus se­hingga dapat meningkatkan ge­rakan peristalsis usus yang mem­bantu pengeluaran feses dengan lancar,” kata Sri.

Karena itu, lanjut Sri, penting bagi ibu memberikan ASI pada anak. “Usahakan ibu mem­per­ba­nyak makanan berserat sehingga ASI yang dihasilkan mengan­dung kandungan lactobacillus reuteri yang banyak untuk me­ngu­rangi konstipasi pada anak,” ujar Sri. [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

UPDATE

Momen Haru, Teddy Kenang Perjalanan Gubernur Pramono di Kantor Setkab

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:16

Fondasi Membangun Ekosistem Informasi yang Sehat di Era Digital

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:14

Jangan Sampai Pengunduran Diri Gubernur BI Picu Gejolak Pasar

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:11

PDIP Soroti Kasus Febrie: Penegakan Hukum Tidak Boleh Tebang Pilih

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:07

Kuasa Hukum Nadiem Laporkan Dugaan Pelanggaran Etik dan Intimidasi Saksi ke KY

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:04

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KDKMP Diklaim Bisa Tambah Pendapatan Petani hingga Rp263 Triliun

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:59

Transformasi Digital BRI Pacu Pertumbuhan Bisnis Merchant dan Transaksi QRIS

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:51

Chad Ikuti Jejak Burkina Faso, Mali, dan Niger Keluar dari ICC

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:49

Hasto Ogah Tanggapi Kaesang Maju Nyaleg di Jateng

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:36

Selengkapnya