ilustrasi/ist
ilustrasi/ist
RMOL.Unit Director Neuro & Biotech Merck Herlina Harjono mengaÂtakan, untuk menekan penyakit neuÂropati, pihaknya akan memÂbeÂrikan edukasi kepada masyaÂrakat mengenai bahaya neuroÂpati. Sebab, peÂnyakit ini bisa meÂnyeÂrang siapa saja tanpa diÂketahui penyeÂbabnya.
“Kami membuka layanan graÂtis pemeriksaan di Neuropathy Service Point (NSP), yaitu berupa pemeriksaaan skrining non-inÂvasif, sehingga cepat, mudah dan aman. Pasien cukup duduk deÂngan nyaman dan telapak kaki paÂsien akan diperiksa di titik-titik tertentu untuk mengetahui keÂceÂpatan antar syarafnya,†bebernya.
Ia menjelaskan, NSP ini akan tersedia di kota Jakarta mulai 1 Juni hingga 24 Juni 2012 di 6 RuÂmah Sakit. Yaitu, RS Siloam KeÂbun Jeruk, RS Siloam KaraÂwaci, RS Graha Kedoya, RS MitÂra KeÂmayoran, RS Kelapa Gading dan RS Haji.
Sedangkan di Surabaya, pada 29 Juni hingga 15 Juli 2012 di 4 RuÂmah Sakit meliputi RS Adi Husada, RS PHC, RS Petrokimia Gresik, RS Siloam dan di Medan pada 20 hingga 29 Juli 2012 di 2 Rumah Sakit, yaitu RS MethoÂdist dan RS Columbia Asia.
Ketua Perhimpunan Dokter SpeÂsialis Saraf Indonesia (PerÂdossi) Moh Hasan Machfoed Neuropati mengaÂtakan, Service Point ini meruÂpaÂkan tempat peÂmeriksaan kondisi syaraf secara gratis dengan pelayanan praktis, mudah, cepat dan dekat. Dengan adanya peÂmeriksaan ini, tingkat terkena neuropati bisa menurun.
“Pemeriksaan di NSP meruÂpaÂkan penapisan noninvasif. Pasien bisa duduk nyaman, sementara dilakukan pemerikÂsaan di titik-titik tertentu di telapak kaki paÂsien untuk mengeÂtahui keÂceÂpatan hantar saraf,†jelasnya.
Ketua Kelompok Studi NeuroÂfiÂsiologi dan Saraf Tepi dari Perdossi FKUI/RSCM, ManfaÂluthy Hakim meÂnamÂbahkan, geÂjala awal dari peÂnyakit ini perlu diketahui. Terutama pada ujung organ gerak, seperti jari tangan dan bagian kaki yang merupakan ujung dari juluran saraf tepi.
“Kesemutan merupakan tanÂda paling awal neuropati. KeÂsemuÂtan ini terjadi secara spontan tanÂpa provokasi,†kata Manfaluthy.
Gejala neuropati, menurut dia, beragam mulai dari ringan hingga berat. Gejala itu antara lain nyeri seperti terbakar di tangan dan kaki, rasa baal (mati rasa), kram, kaku otot, kesemutan, kelemahan tubuh dan anggota gerak, serta pengecilan otot. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Senin, 23 Maret 2026 | 01:38
Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08
Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03
Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50
Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12
Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43
Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15
UPDATE
Sabtu, 28 Maret 2026 | 13:53
Sabtu, 28 Maret 2026 | 13:38
Sabtu, 28 Maret 2026 | 12:53
Sabtu, 28 Maret 2026 | 12:17
Sabtu, 28 Maret 2026 | 11:53
Sabtu, 28 Maret 2026 | 11:24
Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:52
Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:40
Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:28
Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:12