Berita

ilustrasi/ist

Kesehatan

Disiapkan NSP Gratis di Sejumlah Rumah Sakit

MINGGU, 03 JUNI 2012 | 08:04 WIB

RMOL.Unit Director Neuro & Biotech Merck Herlina Harjono menga­takan, untuk menekan penyakit neu­ropati, pihaknya akan mem­be­rikan edukasi kepada masya­rakat mengenai bahaya neuro­pati. Sebab, pe­nyakit ini bisa me­nye­rang siapa saja tanpa di­ketahui penye­babnya.

“Kami membuka layanan gra­tis pemeriksaan di Neuropathy Service Point (NSP), yaitu berupa pemeriksaaan skrining non-in­vasif, sehingga cepat, mudah dan aman. Pasien cukup duduk de­ngan nyaman dan telapak kaki pa­sien akan diperiksa di titik-titik tertentu untuk mengetahui ke­ce­patan antar syarafnya,” bebernya.

Ia menjelaskan, NSP ini akan tersedia di kota Jakarta mulai 1 Juni hingga 24 Juni 2012 di 6 Ru­mah Sakit. Yaitu, RS Siloam Ke­bun Jeruk, RS Siloam Kara­waci, RS Graha Kedoya, RS Mit­ra Ke­mayoran, RS Kelapa Gading dan RS Haji.

Sedangkan di Surabaya, pada 29 Juni hingga 15 Juli 2012 di 4 Ru­mah Sakit meliputi RS Adi Husada, RS PHC, RS Petrokimia Gresik, RS Siloam dan di Medan pada 20 hingga 29 Juli 2012 di 2 Rumah Sakit, yaitu RS Metho­dist dan RS Columbia Asia.

Ketua Perhimpunan Dokter Spe­sialis Saraf Indonesia (Per­dossi) Moh Hasan Machfoed Neuropati menga­takan, Service Point ini meru­pa­kan tempat pe­meriksaan kondisi syaraf secara gratis dengan pelayanan praktis, mudah, cepat dan dekat. Dengan adanya pe­meriksaan ini, tingkat terkena neuropati bisa menurun.

“Pemeriksaan di NSP meru­pa­kan penapisan noninvasif. Pasien bisa duduk nyaman, sementara dilakukan pemerik­saan di titik-titik tertentu di telapak kaki pa­sien untuk menge­tahui ke­ce­patan hantar saraf,” jelasnya.

Ketua Kelompok Studi Neuro­fi­siologi dan Saraf Tepi dari Perdossi FKUI/RSCM, Manfa­luthy Hakim me­nam­bahkan,  ge­jala awal dari pe­nyakit ini perlu diketahui. Terutama pada ujung organ gerak, seperti jari tangan dan bagian kaki yang merupakan ujung dari juluran saraf tepi.

“Kesemutan merupakan tan­da paling awal neuropati. Ke­semu­tan ini terjadi secara spontan tan­pa provokasi,” kata Manfaluthy.

Gejala neuropati, menurut dia, beragam mulai dari ringan hingga berat. Gejala itu antara lain nyeri seperti terbakar di tangan dan kaki, rasa baal (mati rasa), kram, kaku otot, kesemutan, kelemahan tubuh dan anggota gerak, serta pengecilan otot. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR Khawatir Pekerjaan Debt Collector jadi Ilegal, Ini Sebabnya

Minggu, 23 Agustus 2026 | 01:43

Keripik Pisang Lokal Besutan Rumah BUMN BRI Tembus Malaysia dan Hong Kong

Minggu, 23 Agustus 2026 | 01:19

Menlu China Mesra dengan Luhut, Sejumlah Tawaran Kerja Sama Mengalir

Minggu, 23 Agustus 2026 | 00:54

Program Gerakan “Warga Peduli Warga” Jaringan Aktivis 98 Berlanjut di Lampung

Minggu, 23 Agustus 2026 | 00:28

Sejumlah Elemen Mahasiswa Ogah Ikut Demo AMPB 27 Agustus, Ini Sebabnya

Minggu, 23 Agustus 2026 | 00:10

Ribuan Warga Meriahkan Panggung Rakyat Merdeka PANsar Murah di Kendal

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:50

BRI Raih Tiga Penghargaan Bergengsi Alpha Southeast Asia 2026

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:28

DPR Tekankan Penguatan Pengendalian Lingkungan untuk Hentikan Karhutla

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:58

YLBHI Dorong Bareskrim Usut Perwira Diduga Terlibat Penipuan Investasi Tambang Emas

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:14

Pikat Pembeli dari Singapura hingga Belanda, Produk UMKM Asal Sumut Berdaya Bersama BRI

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:55

Selengkapnya