Berita

Suryadharma Ali

Wawancara

WAWANCARA

Suryadharma Ali: Saya Ke Saudi Bukan Wisata Tapi Mengurus Persiapan Haji

SENIN, 07 MEI 2012 | 08:47 WIB

RMOL. Sentilan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Azwar Abubakar dianggap angin lalu. Pejabat tetap saja melakukan perjalanan dinas.

Misalnya saja Menteri Aga­ma Suryadharma Ali yang melaku­kan perjalanan dinas ke Arab Saudi.

“Saya ke Arab Saudi bukan wisata, tapi mengurusi persiapan haji. Ini bukan pemborosan,’’ kata Suryadharma Ali kepada Rakyat Merdeka, Jumat (4/5).

Seperti diketahui, perjalanan dinas pejabat selama ini cukup menyedot keuangan negara. Jum­lahnya mencapai Rp 18 tri­liun. Ini yang disorot Azwar Abubakar agar dikurangi.

“Kita terlalu banyak uang untuk perjalanan dinas, semesti­nya bisa dipotong,’’ kata Azwar.     

Sentilan ini tentu ditujukan ke­pada semua pejabat di negeri ini, khususnya kementerian/lem­baga yang memiliki angga­ran pe­gawai yang besar. Misal­nya, Kemen­terian Pertahanan  Rp 34,2 triliun, Kepolisian Negara Repu­blik Indo­nesia Rp 28,3 triliun, Ke­menterian Aga­ma Rp 17,5 triliun, Kementerian Pen­didikan dan Kebudayaan  Rp 9,1 triliun, Ke­menterian Ke­uangan Rp 8,4 triliun, Kemen­te­rian Ke­sehatan  Rp 4,1 triliun, Kemen­terian Hu­kum dan HAM  Rp 3,2 triliun, Mahkamah Agung Rp 3,0 triliun, Kemen­terian Luar Negeri Rp 2,0 tri­liun, dan Ke­jaksaan Republik Indonesia  Rp 1,7 triliun.

Pos anggaran belanja pegawai juga terus ditekan untuk meng­antisipasi pembengkakan akibat subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM). Namun ternyata belanja pegawai tetap saja besar.  

Suryadharma Ali selanjutnya mengatakan, pihaknya belum mengerti kenapa sampai dibi­lang kementeriannya tergolong boros.

“Heran saja, kenapa Kemenag ini dikatakan boros. Padahal, jumlah pegawainya banyak se­kali,” ujarnya.

Berikut kutipan selengkapnya:


Bisa disebutkan berapa per­­sisnya jumlah pegawai Ke­me­nag?

Saya tidak hafal. Yang me­nge­tahui itu adalah Sekjen Ke­menag.

Perlu diketahui, selain jumlah pegawai sangat banyak, jumlah Satuan Kerja (Satker) juga ba­nyak, yakni lebih 4.500.


Pegawai mana saja itu?

Misalnya guru mulai tingkat pro­vinsi, kabupaten/kota, keca­matan hingga kelurahan. Semua­nya ditanggung pusat.

    

Hanya itu saja?

Tidak. Selain guru masih ba­nyak. Misalnya saja petugas pen­catat nikah. Itu juga gajinya dari pusat. Memang besar sekali be­lanja pegawai yang dibutuhkan Kemenag.

Selain itu, dosen-dosen di Se­kolah Tinggi Agama Islam Ne­geri atau Universitas Islam Negeri bahkan guru-guru madra­sah di tingkat kelurahan pun ditanggung pusat.

   

Kenapa gaji pegawai di dae­rah ditanggung pusat?

Karena Kemenag ini tidak dio­tonomikan, sehingga semuanya di­tanggung pusat. Kalau  kemen­terian lain kan tidak di pusat, sehingga tidak ada belanja pega­wai di daerah.


Bukankah bisa dihemat lagi, sehingga tidak boros?

Saya belum tahu kalau Kemen­terian Agama ini termasuk salah satu kementerian yang boros. Saya rasa, pengertian boros ini ba­gaimana, harus jelas dulu.


Menurut Anda, boros itu apa?

Pemborosan itu misalnya per­­jalanan dinas yang tidak perlu yang hanya meng­ham­bur-ham­burkan anggaran. Itu­lah pembo­rosan.


Kemenag tidak melakukan penghematan?

Penghematan pasti kami la­ku­kan. Kami berusaha sehe­mat mung­kin. Misalnya saja, perja­lanan dinas sudah kami tekan. Tetapi di samping itu, Keme­nag juga harus mengeluarkan angga­­ran untuk sertifikasi para guru. Tapi be­lanja pegawai ini paling besar.

   

Apa Kemenag tidak me­la­ku­kan moratorium pendaftaran pegawai?

Untuk menekan atau melaku­kan moratorium nggak bisa. Se­bab, kebutuhan calon PNS di Kementerian Agama itu sudah banyak ngantri.

Bahkan, ada 12 tahun masih CPNS. Guru ini memang masih dibutuhkan. Untuk moratorium ini PNS dari Kementerian Agama belum terpikirkan caranya bagai­mana. [Harian Rakyat Merdeka]


Kemenag tidak melakukan penghematan?

Penghematan pasti kami la­ku­kan. Kami berusaha sehe­mat mung­kin. Misalnya saja, perja­lanan dinas sudah kami tekan. Tetapi di samping itu, Keme­nag juga harus mengeluarkan angga­­ran untuk sertifikasi para guru. Tapi be­lanja pegawai ini paling besar.

   

Apa Kemenag tidak me­la­ku­kan moratorium pendaftaran pegawai?

Untuk menekan atau melaku­kan moratorium nggak bisa. Se­bab, kebutuhan calon PNS di Kementerian Agama itu sudah banyak ngantri.

Bahkan, ada 12 tahun masih CPNS. Guru ini memang masih dibutuhkan. Untuk moratorium ini PNS dari Kementerian Agama belum terpikirkan caranya bagai­mana. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

Kejagung Tetapkan 11 Tersangka Korupsi CPO dan POME Rp 13 Triliun, Ini Daftar Namanya

Selasa, 10 Februari 2026 | 16:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Lima Orang dari Blueray Cargo Ditangkap saat OTT Pejabat Bea Cukai

Kamis, 05 Februari 2026 | 15:41

Koordinator KKN UGM Tak Kenal Jokowi

Rabu, 04 Februari 2026 | 08:36

UPDATE

Kesehatan Jokowi Terus Merosot Akibat Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 11 Februari 2026 | 04:02

Berarti Benar Rakyat Indonesia Mudah Ditipu

Rabu, 11 Februari 2026 | 03:34

Prabowo-Sjafrie Sjamsoeddin Diterima Partai dan Kelompok Oposisi

Rabu, 11 Februari 2026 | 03:06

Macet dan Banjir Tak Mungkin Dituntaskan Pramono-Rano Satu Tahun

Rabu, 11 Februari 2026 | 03:00

Board of Peace Berpotensi Ancam Perlindungan HAM

Rabu, 11 Februari 2026 | 02:36

Dubes Djauhari Oratmangun Resmikan Gerai ke-30.000 Luckin Coffee

Rabu, 11 Februari 2026 | 02:19

Efisiensi Energi Jadi Fokus Transformasi Operasi Tambang di PPA

Rabu, 11 Februari 2026 | 02:14

Jagokan Prabowo di 2029, Saiful Huda: Politisi cuma Sibuk Cari Muka

Rabu, 11 Februari 2026 | 01:18

LMK Tegas Kawal RDF Plant Rorotan untuk Jakarta Bersih

Rabu, 11 Februari 2026 | 01:06

Partai-partai Tak Selera Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode

Rabu, 11 Februari 2026 | 01:00

Selengkapnya