Berita

ilustrasi/ist

Kesehatan

Edukasi & Sosialisasi Makanan Sehat Perlu Dilakukan

MINGGU, 06 MEI 2012 | 08:05 WIB

RMOL.Untuk menekan bahaya kese­hatan dalam jajanan atau ma­kan­an anak-anak di lingkungan se­ko­lah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendik­bud) akan meningkatkan pem­be­ri­an edukasi dan sosialisasi tentang makan sehat di sekolah.

Diharapkan, Pro­gram Penye­diaan Makanan Tam­bah­an Anak Sekolah (PMT-AS) bagi siswa TK dan SD bisa di­opera­sikan kembali.

“Memang tidak mudah menga­wasi jajanan atau makanan yang mengandung zat pengawet di sekolah. Tetapi dengan adanya PMT-AS bisa membantu mem­­­perkecil tingkat bahaya ke­sehatan dari makanan tersebut untuk anak-anak di sekolah,” kata Wa­kil Mendikbud bidang Pen­di­dikan Musliar Kasim di Jakarta.

Menurut dia, keberadaan PMT-AS ini sangat diperlukan. Selain menjamin asupan gizi makanan, juga melindungi anak-anak dari makanan berbahaya yang dijual pedagang nakal.

“Saya kira untuk membantu tu­gas BPOM, DPR perlu meng­hi­dup­kan kembali PMT-AS di ling­kungan sekolah agar jajanan atau makanan anak-anak sekolah lebih terjamin gizinya dan aman dari zat pengawet,” harap Musliar.

Ia menjelaskan, program ini bertujuan memperbaiki asupan gizi guna meningkatkan ketaha­nan fisik, minat dan kemampuan belajar. Program ini akan ber­dam­pak positif pula terhadap per­ekonomian lokal dan pendi­dikan karakter siswa ke depan.

”Gizi merupakan faktor pen­ting menunjang tumbuh kem­bang anak-anak untuk menjadi gene­rasi penerus sumber daya manu­sia yang sehat, cerdas dan ber­kua­litas guna memajukan bang­sa,” kata Musliar.

Kemendikbud juga akan mem­berikan edukasi dan sosialisasi kepada siswa/siswi di sekolah da­sar tentang cara memilih ma­kanan sehat dari luar ling­k­u­ng­an sekolah. Hal ini penting agar anak-anak tidak terkena ma­kanan berbahaya tersebut.

“Edukasi ini bukan hanya tang­gung jawab kami, tapi semua pi­hak wajib memberikan. Apakah itu orangtua, guru dan lainnya sehingga anak-anak bisa memilih jajanan yang aman dan sehat bagi ksehatan,” tuturnya.

Direktur Jenderal Pendidikan Dasar Kemendikbud Su­y­anto berharap, dengan meng­ope­rasikan kembali PMT-AS, asupan gizi dalam tumbuh kem­bang anak-anak bisa terjamin aman diban­ding jajan atau makan di luar se­kolah. “Kami akan me­ngajak BPOM untuk sama-sama mela­ku­kan pengawasan tentang jajanan atau makanan di luar se­kolah agar terhindari dari bahaya makan yang mengadung zat pe­ngawet atau pemanis,” tandas­nya. [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR Khawatir Pekerjaan Debt Collector jadi Ilegal, Ini Sebabnya

Minggu, 23 Agustus 2026 | 01:43

Keripik Pisang Lokal Besutan Rumah BUMN BRI Tembus Malaysia dan Hong Kong

Minggu, 23 Agustus 2026 | 01:19

Menlu China Mesra dengan Luhut, Sejumlah Tawaran Kerja Sama Mengalir

Minggu, 23 Agustus 2026 | 00:54

Program Gerakan “Warga Peduli Warga” Jaringan Aktivis 98 Berlanjut di Lampung

Minggu, 23 Agustus 2026 | 00:28

Sejumlah Elemen Mahasiswa Ogah Ikut Demo AMPB 27 Agustus, Ini Sebabnya

Minggu, 23 Agustus 2026 | 00:10

Ribuan Warga Meriahkan Panggung Rakyat Merdeka PANsar Murah di Kendal

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:50

BRI Raih Tiga Penghargaan Bergengsi Alpha Southeast Asia 2026

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:28

DPR Tekankan Penguatan Pengendalian Lingkungan untuk Hentikan Karhutla

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:58

YLBHI Dorong Bareskrim Usut Perwira Diduga Terlibat Penipuan Investasi Tambang Emas

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:14

Pikat Pembeli dari Singapura hingga Belanda, Produk UMKM Asal Sumut Berdaya Bersama BRI

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:55

Selengkapnya