Berita

M Prakosa

Wawancara

WAWANCARA

M Prakosa: Tim Ahli Selidiki Video Porno, Orangnya Masih Dirahasiakan

SABTU, 05 MEI 2012 | 08:44 WIB

RMOL.Badan Kehormatan DPR sudah menyelidiki kasus video porno yang diduga diperankan anggota DPR. Namun hasilnya belum bisa dipublikasikan.

“Ini menyangkut martabat dan kehormatan anggota dewan yang tentunya harus kita jaga kehor­ma­tannya,” kata Ketua Badan Ke­hormatan (BK) DPR, M Prakosa, kepada Rakyat Merdeka, di Ja­karta, kemarin.

Politisi PDI Perjuangan itu mengaku, semua penyelidikan yang dilakukan BK DPR tidak bisa dipublikasikan sebelum hasil final. Apalagi, kasus ini ditangani secara tertutup.

“Dalam persidangannya nanti juga dilakukan secara tertutup. Hasil finalnya nanti disampaikan ke publik,” ujar bekas Menteri Kehutanan itu.

Berikut kutipan selengkapnya:

Kapan kira-kira selesai pe­nye­lidikannya?

Tergantung selesainya saja. Nggak ada target waktu tertentu. Yang penting, kami tangani kasus ini secara serius. Hasilnya nanti dipublikasikan. Tapi saat penye­lidi­kan dan persidangan, kami lakukan secara tertutup.

Kenapa seperti itu?

Karena memang etikanya se­perti itu, kesuali kasus-kasus yang krusial.    

Kasus vedo mesum ini tidak masuk dalam kasus krusial?

Kasus yang satu ini betul-betul menyangkut harkat dan martabat seseorang. Memang etikanya yang di BK seperti itu.

Apa saja yang diselidiki?

Sementara ini sudah kami laku­kan dari tim tenaga ahli yang ada di Badan Kehormatan. Tentunya Kami juga berkonsultasi dengan pihak-pihak luar yang mempu­nyai keahlian di bidang itu.

Secara formal ditangani tenaga ahli yang ada di BK dan berkon­sultsi atau menerima pendapat dan masukan dari ahli-ahli di bidangnya.

Bahkan, tim ahli kami yang menangani kasus ini dilakukan secara tertutup. Ka­rena kami ha­rus berhati-hati me­­la­­kukan pe­nyelidi­kannya.

Siapa tim ahli itu?

Mengingat ini ditangani se­cara tertutup. Maka tim ahli­nya siapa saja tetap dira­ha­siakan. Ti­dak bisa kami sam­paikan ke publik.    

Badan Kehor­matan DPR su­dah meng­kon­firmasi ke pi­hak yang di­duga terlibat?

Akan kami panggil secara formalnya nanti karena sekarang sedang dalam masa reses. Badan Kehormatan melakukan langkah-langkah terhadap kasus ini untuk mengklarifikasi dan mendapat­kan penjelasan dari pihak-pihak terkait masalah ini.    

Kapan dipanggil pihak-pi­hak terkait itu?

Kami akan melakukan sidang setelah masa reses. Sebab, dalam tata tertibnya, sidang tidak boleh dilakukan pada masa reses. Saat sidang nanti akan kami lakukan langkah-langkah ini setelah 14 Mei 2012.

Apa saja yang dilakukan tim penyilidik?

Tim penyelidik ini melakukan penyelidikan, apakah video itu asli atau tidak, rekayasa atau tidak. Kemudian, kalau diketahui asli, maka pelakunya apa benar anggota dewan atau hanya mirip-mirip saja. Dua langkah itu yang dilakukan penyelidik.

Indikasinya apa video itu asli atau hanya mirip saja?

Penyelidikan di BK sifatnya tertutup. Artinya tidak dapat di­sampaikan ke publik. Sebab, ma­sih dalam proses penyelidikan, belum selesai, sehingga kami belum bisa mengatakan asli atau tidak.    

Bagaimana jika terbukti?

Saya tidak akan mengatakan nantinya bagaimana karena be­lum final. Tetapi yang pasti, kasus-kasus semacam ini ada sanksinya. Seperti pada kasus-kasus sebelumnya yang mirip seperti ini.    

Kasus yang mana?

Seperti kasusnya Yahya Zaini dan kasusnya Max Moein yang kasusnya mirip dengan kasus sekarang ini. Selain itu, ada juga kasus yang agak berbeda. Tapi ada kemiripan.

Jika terbukti benar, berarti sanksinya berat dong?

Seandaniaya video asli dan kemudian benar-benar yang ter­libat adalah anggota dewan, pasti ada sanksinya.

Saya kira sanksinya berat. Sebab, ini pelanggaran yang berat dan suatu kasus yang berat. Jika terbukti bisa berakhir dengan pemecatan. [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

UPDATE

Lurah Cengkareng Barat Dilaporkan ke Polisi Buntut Putusan KIP

Minggu, 10 Mei 2026 | 21:36

Menteri Pigai Sebut Penyelesaian Konflik Papua Butuh Keputusan Nasional

Minggu, 10 Mei 2026 | 21:25

Prabowo Diminta Segera Bentuk Satgas Penyelundupan BBL

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:56

Segera Dibentuk Satgas Anti-Kekerasan Pesantren

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:35

Tata Kelola SDA Era Prabowo Disebut Berpihak ke Rakyat

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:10

Ribuan Bobotoh Turun ke Jalan, Purwakarta Berubah Jadi Lautan Biru

Minggu, 10 Mei 2026 | 19:42

Lonjakan Gila Minyakita Rapor Merah Zulkifli Hasan

Minggu, 10 Mei 2026 | 19:12

PKS Ingin Cetak Pemimpin Berbasis Iman, Bukan Sekadar Kejar Kursi

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:32

Dalam Lindungan Aktor Digital

Minggu, 10 Mei 2026 | 17:59

BNI dan Kementerian PKP Sosialisasi Kresit Perumahan di Brebes

Minggu, 10 Mei 2026 | 17:34

Selengkapnya