Berita

Letjen TNI Marciano Norman

Wawancara

WAWANCARA

Letjen TNI Marciano Norman: Awas, Geng Motor Mulai Disusupi...

SENIN, 23 APRIL 2012 | 08:50 WIB

RMOL.Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Letjen TNI Marciano Norman menilai, aksi geng motor mulai disusupi pelaku kriminal.

“Diperlukan langkah pen­cegahan dari semua pihak. Anak-anak yang tergabung da­lam geng motor agar lebih was­pada. Sebab, mereka mulai di­susupi orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya kepada Rakyat Merdeka, di Jakarta, Jumat (20/4).

Seperti diketahui, kasus geng motor mencuat di Ibu Kota Ja­karta saat gerombolan pengen­dara motor menyerang para pe­muda di delapan lokasi berbeda di sekitar wilayah Jakarta dan se­kitarnya, Jumat (13/4) dini hari.

Akibat penyerangan tersebut, telah menewaskan satu orang dan delapan orang luka berat. Usai penyerangan, gerombolan motor itu melintasi jalan Pramuka Raya, Jakarta bertemu pengendara mo­bil yang melepaskan tembakan ke arah kelompok penyerangan tersebut.

Marciano Norman selanjutnya mengatakan, orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang menyusup dalam geng motor ini berlatar belakang kriminal.

“Mereka harus mewaspadai hal-hal semacam itu. Saya rasa geng motor itu disusupi orang-orang yang dari dulu pekerjaan­nya kriminal seperti melakukan penjambretan atau penodongan dan sebagainya,” katanya.

Berikut kutipan selengkapnya:

Apa ada indikasi geng motor ini disusupi orang lain?

Kalau kejadian di Garut bebe­rapa waktu lalu, sudah jelas ada yang melakukan penjambretan atau penodongan. Itu pasti orang yang tidak baik dan berlatar­be­lakang kriminal.

Sebenarnya, mereka juga banyak yang baik. Kalau mereka yang melakukan hal positif se­perti kegiatan sosial. Itu namanya club motor, bukan geng motor. Konotasinya berbeda.

Jangan disamaratakan kegiatan yang dilakukan oleh semua club sepeda motor ini dengan ke­gia­tan-kegiatan motor lain yang meresahkan masyarakat.

Apa yang dilakukan BIN?

Saya sebagai Kepala Badan In­te­lijen Negara wajib mengingat­kan kepada masyarakat. Club-club motor juga harus mewas­padai jangan sampai mereka tidak sadar dalam pergerakannya di ja­lan ada yang bergabung. Kemu­dian melakukan hal-hal yang tidak diharapkan masyarakat.

Kami harus mengingatkan ke­pada masyarakat bahwa kecen­derungan ke arah itu ada.

Bagaimana dengan kejadian geng motor yang terjadi di Ja­karta hingga menewaskan satu orang?

Saya rasa pihak kepolisian dan TNI sudah melakukan langkah-langkah yang sangat positif. Mudah-mudahan dalam waktu dekat, aparat kepolisian sudah bisa menyampaikan siapa pela­kunya.

Karena sudah ada statemen dari kepolisian dan langkah-lang­kah yang dilakukan kepolisian dan TNI. Saya rasa tunggu saja dan bersabar atas hasil penye­lidikan yang dilakukan kepolisian dan TNI.

Kalau saya beri statemen-sta­temen lagi, nanti masyarakat bisa jadi bingung. Saya yakin sudah ada titik terang dan dalam waktu dekat akan diumumkan oleh Polda Metro Jaya.

Bagaimana kalau ada oknum anggota TNI yang terlibat?

Siapapun orang yang membuat keresahan masyarakat atau yang mengakibatkan korban jiwa harus diusut tuntas.

Apa solusi menyelesaikan ma­­salah ini?

Serahkan saja kepada kepoli­sian dan TNI yang sedang me­nangani.

Masalah ini jangan sampai dianggap sepele. Sebab, bisa saja anak-anak kita jadi korban atas kejahatan yang dilakukan geng motor yang meresahkan itu. Orang tua pun harus mewas­padainya.

Kenapa geng motor sulit di­be­rantas?

Saya rasa, ada beberapa club sepeda motor yang positif. Kalau geng itu kan konotasinya kurang baik. Club-club motor ini banyak melakukan kegiatan postif dan memberi contoh baik sesuai de­ngan aturan yang diharapkan.

Kalau seperti itu, maka akan memberikan keamanan. Hal semacam itu, silakan dilanjut­kan, kita ikut senang. Kalau ber­­ken­dara motor dengan cara yang sa­ngat baik dan simpatik kita juga senang melihatnya. Tapi kalau sudah mulai ugal-uga­lan seperti balapan di jalan, saya rasa kita juga sudah mulai menolak ke­giatan-kegiatan itu. Selain mem­bahayakan dirinya, juga mem­ba­hayakan pengguna jalan lainnya. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

AKPI Perkuat Profesionalisme dan Integritas Profesi

Senin, 13 April 2026 | 19:51

KNPI: Pemuda Harus Jadi Penyejuk di Tengah Isu Pemakzulan

Senin, 13 April 2026 | 19:50

14 Kajati Diganti, Termasuk Sumut dan Jatim

Senin, 13 April 2026 | 19:31

Cara Buat SKCK Online lewat SuperApps Presisi Polri, Mudah dan Praktis!

Senin, 13 April 2026 | 19:17

Bersiap Long Weekend, Ini Daftar 10 Tanggal Merah di Bulan Mei 2026

Senin, 13 April 2026 | 19:16

Viral Dokumen Kerja Sama Udara RI-AS, Okta Kumala: Kedaulatan Negara Prioritas

Senin, 13 April 2026 | 19:14

Daftar Hari Libur Nasional Mei 2026, Ada 3 Long Weekend

Senin, 13 April 2026 | 19:07

Ajudan Gubernur Riau Terima Fee Proyek Rp1,4 Miliar

Senin, 13 April 2026 | 19:02

4 Penyakit yang Harus Diwaspadai saaat Musim Pancaroba

Senin, 13 April 2026 | 18:57

Ongen Sentil Pengkritik Prabowo: Jangan Sok Paling ‘98’

Senin, 13 April 2026 | 18:52

Selengkapnya