Berita

jim yong kim/wik

Bisnis

BANK DUNIA

Sri Mulyani Tak Dapatkan Tempat, Barack Obama Calonkan Jim Yong Kim!

SABTU, 24 MARET 2012 | 09:08 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Memasuki injury time pencalonan presiden Bank Dunia, Presiden Amerika Serikat Barack Obama akhirnya mengumumkan jago yang mereka dukung untuk menggantikan Robert Zoellick. Sang jago adalah Presiden Darmouth College, Dr. Jim Yong Kim.

Bukan seorang ekonom atau seseorang yang memiliki latar belakang ekonomi, seperti para presiden Bank Dunia sebelumnya, Jim Yong Kim adalah seorang pakar dalam dunia kesehatan. Selain memimpin Darmouth College, saat ini juga merupakan salah seorang penasihat senior World Health Organization (WHO).

Nama Jim Yong Kim sama sekali atau setidaknya nyaris tidak terdengar menjelang akhir masa pencalonan. Tiga tokoh yang sebelumnya diperkirakan akan didukung Obama adalah Dutabesar AS untuk PBB, Susan Rice, Senator dari Partai Demokrat John Kerry, dan CEO PepsiCo yang keturunan India, Indra Nooyi.

Pencalonan Jim Yong Kim ini tampaknya merupakan upaya Amerika Serikat untuk menghadang upaya kelompok negara-negara berkembang yang dimotori Brazil, Rusia, India, China dan Afrika Selatan (BRICS) "mengambil alih" posisi prestisius itu. Sejak Bank Dunia didirikan di penghujung Perang Dunia Kedua silam, posisi presiden selalu diduduki tokoh AS.

Selama ini JYK yang lahir di Korea Selatan tahun 1959 aktif menginisiasi berbagai program kesehatan di negara-negara berkembang. Dia juga merupakan salah seorang pendiri dan mantan direktur eksekutif Partners In Health, sebuah lembaga non profit yang didirikan untuk membantu negara-negara miskin menghadapi problem kesehatan.

"Terlepas dari apapun namanya, Bank Dunia lebih dari sekadar bank. Ia merupakan salah satu alat yang powerful untuk mengurangi kemiskinan dan mencapai standar kehidupan di beberapa negara termiskin di planet ini," ujar Obama ketika mengumumkan pencalonan JYK di taman Gedung Putih, Washington DC, Jumat waktu setempat atau Sabtu waktu Indonesia (24/3) seperti dikutip dari CNN. Dalam pengumuman itu  JYK berdiri diapit Obama dan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton.

"Inilah saatnya seorang profesional di bidang pembangunan memimpin lembaga pembangunan terbesar di dunia," ujar Obama lagi.

Dengan demikian, kini ada tiga tokoh yang akan bertarung dalam pemilihan presiden Bank Dunia. Dua tokoh lain adalah Menko Perekonomian dan Keuangan Nigeria Ngozi Okonjo-Iweala dan mantan Menteri Keuangan Kolumbia yang kini mengajar di Columbia University di New York, Amerika Serikat, Jose Antonio Ocampo. Keduanya tengah dipertimbangkan oleh kelompok negara-negara berkembang.

Adapun Sri Mulyani Indrawati yang sempat dikabarkan unggul dalam sebuah poling yang digelar sebuah situs yang tidak jelas pemiliknya sama sekali tidak mendapat tempat dalam proses pencalonan presiden Bank Dunia. [guh]


Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Istana Minta Kritik terhadap BI Dijadikan Evaluasi Penguatan Komunikasi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:23

Kursi Dua Wamen Kosong, Pemerintah Belum Siapkan Pengganti

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:10

Mensesneg soal Kabar Said Iqbal Masuk Kabinet: Masih Didiskusikan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:59

Mubes V Kosgoro 1957 Digoyang Penolakan Daerah

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:52

AS Hantam Iran dengan Sanksi Baru, Jaringan Penyelundupan LPG Jadi Target

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:37

Istana Bantah Isu Menkeu dan Gubernur BI Bakal Dicopot

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:31

Prasetyo Hadi: Sinergi Pemerintah, DPR, dan BI Kunci Jaga Stabilitas Ekonomi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:20

Bank Indonesia Sudah Intervensi, Mengapa Rupiah Tetap Melemah?

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:08

Menkeu Purbaya Bantah Omzet Warteg Turun Jadi Bukti Daya Beli Lesu

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:47

Daftar Komoditas Dirilis, Danantara SDI Siap Kendalikan Rezim Baru Ekspor RI

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:21

Selengkapnya